Selasa 02 Jan 2024 16:29 WIB

BPS: Beras Penyumbang Andil Inflasi Terbesar Sepanjang 2023

Beras merupakan satu dari lima komoditas terbesar yang memiliki andil ke inflasi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja mengangkut beras BULOG di Kompleks pergudangan modern Perum BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja mengangkut beras BULOG di Kompleks pergudangan modern Perum BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada 2023 sebesar 2,61 persen. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan inflasi tahun ke tahun terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,18 persen menjadi yang paling dominan.

"(Kenaikan harga) beras secara year to year menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi. Artinya sepanjang 2023, beras memberikan andil sebesar 0,53 persen terhadap inflasi umum," ujar Amalia saat konferensi pers rilis berita resmi statistik bertajuk "Potret Inflasi Indonesia selama 2023" di Jakarta, Selasa (2/12/2024).

Baca Juga

Amalia mengatakan beras juga merupakan satu dari lima komoditas terbesar yang memiliki andil terhadap inflasi pada Desember 2023 sebesar 0,02 persen. Inflasi Desember 2023 sendiri tercatat sebesar 0,41 persen. Amalia menyampaikan kelompok lain yang menyumbang inflasi ialah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,57 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,94 persen; kelompok transportasi sebesar 1,27 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,97 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,55 persen.

"Tingkat inflasi yoy komponen inti Desember 2023 sebesar 1,80 persen, inflasi mtm sebesar 0,14 persen, dan inflasi ytd sebesar 1,80 persen," ucap Amalia.

Amalia menyampaikan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar pada Desember berasal dari sektor makanan, minum, dan tembakau sebesar 0,29 persen. Amalia menyebutkan komoditas utama penyumbang inflasi meliputi cabai merah dengan andil inflasi 0,06 persen, bawang merah dengan 0,04 persen, tomat sebesar 0,03 persen, cabai rawit, beras, dan telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Selain makanan, minuman, dan tembakau, Amalia menyampaikan sejumlah komoditas lain yang menyumbang andil signifikan secara bulanan seperti tarif angkutan udara dengan 0,05 persen, emas perhiasan sebesar 0,02 persen, rekreasi dengan 0,01 persen.

"Inflasi Desember 2023 dipengaruhi berbagai faktor. Misalnya, komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 0,73 persen dengan andil inflasi tahunan pada Desember sebesar 1,15 persen. Dengan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi meliputi beras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan daging ayam ras," kata Amalia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement