Senin 25 Dec 2023 21:50 WIB

Menhub: Kehadiran Pelabuhan Patimban Dorong Pemerataan Pembangunan

Patimban akan menjadi pelabuhan besar bersama dengan Tanjung Priok.

Petugas memeriksa mobil yang akan diekspor di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Rabu (28/12/2022).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas memeriksa mobil yang akan diekspor di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Rabu (28/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, dapat menyeimbangkan arus logistik antara wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia yang dapat mendorong terwujudnya pemerataan pembangunan.

"Kami membangun infrastruktur transportasi laut seperti Pelabuhan Patimban, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berparadigma Indonesia Sentris atau merata ke seluruh wilayah," kata Budi Karya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/12/2023).

Baca Juga

Pelabuhan Patimban merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp 18,9 triliun. Kehadirannya, ujar Budi Karya, diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional, yang dapat mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

"Pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan besar bersama dengan Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi bagian dari rantai pasok global," ucap Budi Karya.

Lebih lanjut Budi Karya menjelaskan, pemerintah terus mengupayakan pengembangan Pelabuhan Patimban agar dapat berfungsi secara optimal. Adapun beberapa upaya yang dilakukan yaitu melakukan peningkatan kapasitas terminal, membangun akses jalan, serta membangun ekosistem di sekitar kawasan pelabuhan.

"Kami mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan Pelabuhan Patimban sebagai pusat kegiatan logistik dan terlibat dalam pengembangan ekosistemnya. Saat ini sejumlah negara sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi," tuturnya.

Pemerintah terus menyelesaikan pengembangan Pelabuhan Patimban fase 1 seperti terminal peti kemas yang memiliki kapasitas 250.000 TEUs (twenty-foot equivalent unit) dan terminal kendaraan berkapasitas 218.000 CBU (completely build up) sudah rampung. Saat ini, sedang berlangsung tahap konstruksi pembangunan fase 2 yang akan meningkatkan kapasitas terminal kendaraan menjadi 600.000 CBU dan terminal peti kemas mencapai 3,75 juta TEUs.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement