Jumat 08 Dec 2023 19:14 WIB

Sandiaga: Dana Tourism Fund untuk Sektor Parekraf Capai Rp 2 Triliun

Ada tambahan Rp 1,2 triliun untuk menyelesaikan pengembangan di 5 DPSP

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno
Foto: Republika/Havid Al Vizki
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dana yang dikucurkan Tourism Fund untuk sektor parekraf mampu mencapai Rp 2 triliun setiap tahun.

 

Baca Juga

“Diproyeksikan dana yang akan dikeluarkan melalui Indonesia Tourism Fund dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mencapai Rp 2 triliun setiap tahun. Dan ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan,” ujar Sandiaga di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

 

 

Agar dana tersebut dapat berdampak bagi perekonomian Indonesia, pihaknya bakal melakukan kurasi pada sejumlah perhelatan/kegiatan (event) sehingga kegiatan yang dihadirkan mampu berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal dan membuka lapangan kerja.

 

Pihaknya juga bakal menghadirkan kegiatan-kegiatan berkelas dunia yang dihadirkan di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) pada 2024 melalui dukungan dana itu.

 

Upaya tersebut dilakukan, berkaca pada kesuksesan ajang balap MotoGP yang mampu memberikan nilai tambah kepada Indonesia sebesar Rp 4,5 triliun pada 2022.

 

Sementara itu, hingga Oktober 2023, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat dengan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tertinggi sebagai imbas adanya ajang balap kelas kaisar itu.

 

“Ini yang semakin memberikan semangat kita untuk menyelenggarakan kegiatan pada 2024 dengan dukungan dari Indonesia Tourism Fund,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga juga mengungkapkan, adanya penambahan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk menyelesaikan pengembangan di 5 DPSP sebelum berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun 2024.

 

"Harapannya agar pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi lokomotif dan menggantikan ekonomi ekstraktif. Dimana targetnya mencapai di atas 10-12 persen pada 2030-2045 seiring dengan perubahan transformasi dari ekonomi Indonesia yang menuju ekonomi hijau," katanya.

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement