Rabu 06 Dec 2023 21:27 WIB

PLN Bakal Bangun Lagi Dua PLTS Terapung di Jabar dan Sumbar

Dua proyek itu dikerjakan bersama perusahaan energi asal Arab Saudi, ACWA Power.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Teknisi memeriksa solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). PLTS terapung terbesar se-Asia Tenggara berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) itu terbentang di area seluas 200 hektar yang terbangun dalam 13 blok dengan lebih dari 340.000 solar panel. PLTS tersebut mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun dan dapat melistriki lebih dari 50.000 rumah serta menekan emisi karbon lebih dari 200.000 ton per tahun.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Teknisi memeriksa solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). PLTS terapung terbesar se-Asia Tenggara berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) itu terbentang di area seluas 200 hektar yang terbangun dalam 13 blok dengan lebih dari 340.000 solar panel. PLTS tersebut mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun dan dapat melistriki lebih dari 50.000 rumah serta menekan emisi karbon lebih dari 200.000 ton per tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) bakal kembali membangun dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Indonesia. Setelah PLTS Terapung Cirata, Jawa Barat rampung, PLN bakal kembali membangun PLTS Terapung di Danau Singkarak, Sumatera Barat dan di Waduk Saguling, Jawa Barat.

Adapun dua proyek itu dikerjakan bersama perusahaan energi asal Arab Saudi, ACWA Power. Kerja sama PLN dan ACWA Power ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di sela Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 28 di Dubai, pada Ahad (3/12/2023) lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra, dan CEO ACWA Power Marco Arcelli.

Baca Juga

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penambahan PLTS Terapung didukung oleh potensi surya di Indonesia yang besar dan luasan permukaan danau di Indonesia yang bisa digunakan untuk mengakselerasi EBT. 

"Pengembangan PLTS terapung ini menjadi revolusi pengembangan energi baru terbarukan dalam negeri dan kami berharap proyek ini mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan bisnis EBT di Indonesia," ujar Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/12/2023). 

 

Darmawan menjelaskan pihaknya telah melakukan studi kelayakan, pengurusan perizinan hingga pembangunan PLTS terapung telah dinyatakan sebagai Proyek Strategis Nasional. PLTS Terapung Singkarak akan berdiri di atas 0,26 persen total luas Danau Singkarak, Sumatera Barat. 

Rencananya, PLTS Terapung Singkarak akan memiliki kapasitas 77 megawatt peak (MWp). Saat beroperasi, listrik akan disalurkan melalui interkoneksi 150 kiloVolt (kV) sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik bersih di sistem Sumatera.

"Harapannya, PLTS Terapung Singkarak bisa mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian di Sumatera. Saat ini, Sumatera merupakan salah satu wilayah dengan kapasitas terpasang EBT yang cukup besar," ujarnya.

Adapun untuk PLTS Terapung Saguling akan menggunakan 1,69 persen total luas permukaan waduk Saguling, di Jawa Barat. PLTS Terapung Saguling akan memiliki kapasitas hingga 92 MWp. Nantinya, energi listrik yang dihasilkan akan dialirkan melalui interkoneksi 150 kV ke sistem kelistrikan Jawa, Madura dan Bali. 

CEO ACWA Power Marco Arcelli mengatakan bersama PLN, ACWA melakukan pengembangan inovasi dan membaca peluang transisi energi sebagai pertumbuhan ekonomi.

"Kami memecahkan tantangan transisi energi ini bersama sama. Membuat berbagai inovasi baru dan menciptakan kolaborasi yang baik untuk masa depan dunia," ujar Marco.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement