Selasa 05 Dec 2023 13:38 WIB

IHSG Diproyeksi Positif, Cek Tiga Saham untuk Ditransaksikan Pekan Ini

Investor bisa pantau saham-saham teknologi uptrend dan saham yang dimasuki asing.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi terus bergerak positif di atas level 7.000. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat 0,77 persen dengan ditutup naik ke level 7.059 Jumat (1/12/2023) pekan kemarin. 

Community Lead IPOT Angga Septianus mengatakan, pergerakan IHSG ditopang oleh sentimen pelaku pasar terhadap pemangkasan suplai minyak. Harga minyak turun lebih dari dua persen, jauh dari ekspektasi pasar.

Baca Juga

"Harga minyak turun setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan," kata Angga dalam keterangannya, Selasa (5/12/2023).

Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40 persen minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela mendekati dua juta barel per hari (bph) pada kuartal I 2024.

 

Sentimen pelaku pasar juga dipengaruhi data inflasi dan PMI Indonesia. Pada November, inflasi Indonesia tercatat 2,86 persen year on year (yoy) dan 0,38 persen month on month (mom), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Data PMI Manufaktur Indonesia juga mendapat perhatian dari pelaku pasar. Pada November 2023, PMI Manufaktur berada di level 51,7, naik tipis jika dibandingkan dengan capaian Oktober 2023 yang berada di level 51,5. 

PMI Manufaktur Indonesia masih berada dalam fase ekspansif selama 27 bulan terakhir. S&P Global menjelaskan peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan produksi dan peningkatan jumlah tenaga kerja.

Pekan ini data mengenai cadangan devisa Indonesia serta sentimen nonfarm payroll akan menjadi pertimbangan pelaku pasar. Cadangan devisa diprediksi meningkat. Nonfarm payroll juga meningkat yang berarti lapangan kerja tercipta lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya.

"Dengan berbagai sentimen tersebut, investor dapat memantau saham-saham teknologi yang sedang uptrend dan saham-saham yang dimasuki asing seperti perbankan," kata Angga.

Angga merekomendasikan tiga saham untuk ditransaksikan pada pekan ini hingga 8 Desember 2023 mendatang:

1. ASII Buy dengan Support: 5.600 dan  Resistance: 6.000

2. ARTO Buy on Breakout dengan Support: 3.200 dan Resistance: 4.200

3. BBRI Buy dengan Support: 5.275 dan Resistance: 5.575

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement