Selasa 05 Dec 2023 09:27 WIB

Ditopang Beli Bersih Investor Asing, IHSG Kembali Menguat

Kenaikan IHSG terjadi di tengah pelemahan bursa global.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati data saham melalui aplikasi IDX Mobile di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak campuran atau mixed pada perdagangan pagi ini, Selasa (5/12/2023). IHSG menguat ke level 7.103,48 setelah sempat dibuka melemah di awal perdagangan.

Kemarin, IHSG ditutup naik 0,48 persen dan disertai dengan beli bersih atau net buy investor asing Rp 850 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dibeli asing yakni BBCA, BBRI, BMRI, TLKM dan BRPT.

Baca Juga

Hari ini, pergerakan IHSG diproyeksi mendatar. "IHSG berpotensi sideways di kisaran 7.040-7.140," kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam ulasannya.

Kenaikan IHSG terjadi di tengah pelemahan bursa global. Pagi ini, mayoritas bursa Asia berguguran dengan indeks Nikkei 225 anjlok 1,42 persen, Hang Seng terpangkas 0,86 persen dan Shanghai Composite melemah 0,60 persen.

 

Korea Selatan melaporkan cadangan devisa sebesar 417,08 miliar dolar AS per November 2023. Hari ini Reserve Bank of Australia (RBA) akan mengumumkan suku bunga yang diperkirakan tetap di level 4,35 persen.

Di Amerika Serikat (AS), bursa utama Wall Street kompak bergerak lesu semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,11 persen, S&P 500 turun 0,54 persen, sementara Nasdaq terkoreksi 0,84 persen.

Di sisi lain, bitcoin dan emas mengalami kenaikan kemarin. Bitcoin melampaui level 41.000 dolar AS, mencapai rekor tertinggi dalam 19 bulan, sementara emas mencapai level intraday nominal tertinggi sepanjang masa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement