Selasa 05 Dec 2023 03:09 WIB

Bakal Merger AP I dan II, Erick: Sudah Ada Penjajakan Awal

Konsolidasi AP I dan AP II untuk fokus dalam meningkatkan sektor pariwisata

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri BUMN Erick Thohir menunjukan buku profil BUMN saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/12/2023). Rapat tersebut membahas tentang laporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja BUMN tahun 2023, evaluasi capaian kinerja BUMN Tahun 2023 dan rencana aksi pembinaan BUMN tahun 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri BUMN Erick Thohir menunjukan buku profil BUMN saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/12/2023). Rapat tersebut membahas tentang laporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja BUMN tahun 2023, evaluasi capaian kinerja BUMN Tahun 2023 dan rencana aksi pembinaan BUMN tahun 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara mengenai rencana merger atau penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angksa Pura II. Erick membeberkan alasan di balik rencana merger dua BUMN pengelola bandara tersebut. 

"Tahun ini sudah ada penjajakan awal," ujar Erick saat rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/12/2023).

Erick menyampaikan industri pengelolaan bandara di dunia telah mengalami perubahan. Erick tak ingin pengelolaan bandara Indonesia masih terpaku pada aspek tampilan semata.  

"Kadang-kadang kita terjebak visual luarnya, gedungnya bagus," ucap Erick. 

 

Padahal, ucap Erick, banyak bandara terbaik dunia yang secara visual tampak biasa saja jika dilihat dari luar area. Namun, lanjut Erick, bandara-bandara tersebut justru memiliki fasilitas yang sangat baik pada area dalam bandara. 

"Banyak yang gedungnya kalau dari luar ini biasa saja, tapi di dalamnya justru harus bagus dan nyaman, itu kenapa bandara Turki dapat penghargaan bandara terbaik pada 2022," sambung Erick. 

Erick mengatakan konsolidasi AP I dan AP II pun salah satunya untuk fokus dalam meningkatkan sektor pariwisata. Erick ingin memetakan ulang model dan fasilitas bandara-bandara di Indonesia. 

"Kita akan coba petakan ulang membangun bandara tujuan wisata seperti bali yang juga sudah berubah, Jakarta (Soekano-Hatta) belum berubah, padahal trafiknya tinggi," lanjut Erick.  

Erick ingin menyesuaikan pengembangan bandara dengan target pasar. Erick menyebut tidak semua bandara harus seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten. 

"Beberapa (bandara) daerah tidak perlu seperti Bali dan Jakarta karena hanya fasilitas pendukung. Tidak perlu mewah mewah sehingga jadi investasi bandara ini sizeable dan sesuai target market," kata Erick. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement