Senin 04 Dec 2023 12:58 WIB

Tekanan Jual Asing Mereda, Pasar Saham Positif Jelang Akhir 2023

IHSG menguat 4,87 persen sepanjang November 2023 dan naik 3,36 persen ytd.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.
Foto: Dok Tangkap Layar
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar saham bergerak positif jelang akhir 2023. Kondisi tersebut tecermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat 4,87 persen sepanjang November 2023 dan naik 3,36 persen dejak awal tahun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, penguatan IHSG terjadi seiring meredanya modal investor asing yang mengalir keluar atau outflow.

Baca Juga

"Tekanan outflow non residen mereda meski masih mencatatkan net sell (jual bersih)," kata Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) November 2023, Senin (4/12/2023).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), modal asing yang keluar pasar saham pada November 2023 tercatat sebesar Rp 0,52 triliun. Angka tersebut turun signifikan dibanding Oktober 2023 yang mencatatkan outflow sebesar Rp 8,10 triliun.

Sementara sejak awal tahun, investor asing membukukan jual bersih Rp 13,86 triliun hingga November 2023, masih lebih tinggi dari Oktober 2023 yang sebesar Rp 13,34 triliun. Beberapa sektor masih menguat, di antaranya teknologi, infrastruktur, dan keuangan. 

Dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham pada November 2023 tercatat sebesar Rp 10,54 triliun sejak awal tahun. Angka tersebut sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 10,48 triliun.

Pasar SBN per 30 November 2023 membukukan modal investor asing yang masuk atau inflow sebesar Rp 23,50 triliun. Pada Oktober 2023, SBN mencatatkan outflow Rp 12,62 triliun dan mendorong penurunan imbal hasil SBN rata-rata sebesar 35,38 bps di seluruh tenor.

"Sejak awal tahun, imbal hasil SBN turun rata-rata sebesar 16,21 bps di seluruh tenor dengan asing mencatatkan beli bersih Rp 71,69 triliun," ujar Inarno.

Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana masuk investor nonresiden tercatat sebesar Rp 64,72 miliar sepanjang November 2023. Namun, sejak awal tahun, pasar obligasi korporasi masih mencatatkan outflow sebesar Rp 1,46 triliun.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement