Ahad 03 Dec 2023 13:41 WIB

Kemenhub: Empat Juta Orang Diproyeksi Berlibur dan Mudik Pakai Pesawat Saat Nataru

Puncak arus Natal pada 22 Desember 2023 dan Tahun Baru tanggal 29 Desember 2023.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
PT KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 61.800 tiket untuk masa angkutan Nataru 2024.
Foto: Dok Humas Daop 3 Cirebon
PT KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 61.800 tiket untuk masa angkutan Nataru 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan, jumlah penumpang pesawat udara pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2024 ini bakal mencapai empat juta orang atau 19 persen lebih tinggi  dibandingkan dengan periode Nataru 2023 sebanyak 3,4 juta orang. 

Proyeksi tersebut menunjukkan angka pemulihan jumlah penumpang angkutan udara telah mendekati Nataru 2019, yaitu 84,6 persen untuk penerbangan domestik, dan 93,5 persen untuk penerbangan internasional.

Baca Juga

Adapun, potensi rute domestik terpadat pada rute Jakarta (CGK) ke Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB). Sedangkan untuk rute internasional terpadat pada rute Jakarta (CGK) – Singapura (SIN), dan Denpasar (DPS) – Singapura (SIN).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Kristi Endah Murni, mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan rangkaian kegiatan angkutan udara Nataru kali ini berjalan dengan baik, aman dan lancar.

“Kami pastikan sarana dan prasarana transportasi udara telah siap melayani pergerakan masyarakat pada periode Nataru kali ini,” kata Kristi, Jumat (1/12/2023) akhir pekan ini.

Adapun, untuk memantau penyelenggaraan angkutan udara untuk periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Kemenhub telah melakukan pengawasan terhadap 51 bandara untuk penerbangan domestik dan 16 bandara untuk penerbangan internasional. 

“Pemantauan di sejumlah bandara ini dilakukan terkait aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, kendala teknis, dan faktor lainnya,” ujarnya.

Kristi juga menyatakan, kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode Nataru ini telah dilakukan sejak awal tahun 2023. “Kesiapan armada, peralatan ground handling, pemeriksaan fasilitas/peralatan terkait, pemeriksaan personil, dan lain sebagainya, sudah dilakukan oleh inspektur penerbangan baik yang ada di Kantor Pusat maupun di Kantor Otoritas Bandar Udara,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, untuk puncak arus mudik pada transportasi udara diprediksikan terjadi dua periode. Yakni puncak arus Natal tanggal 22 Desember 2023, dan puncak arus Tahun Baru tanggal 29 Desember 2023. Sedangkan puncak arus balik Natal dan Tahun Baru terjadi pada tanggal 2 Januari 2024.

Ia memastikan koordinasi untuk kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode Nataru juga telah dilakukan dengan stakeholder terkait seperti Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU), Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Kantor Imigrasi, dan lainnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement