Kamis 30 Nov 2023 22:19 WIB

Pelni Ambon Kembali Ingatkan Masyarakat tak Beli Tiket dari Calo

Hal ini demi keamanan dan kenyamanan penumpang saat berlayar.

Calon penumpang berjalan menuju tangga kapal milik PT Pelni KM Nggapulu yang merapat di Pelabuhan Ambon, Maluku, Senin (11/6).
Foto: Antara/Izaac Mulyawan
Calon penumpang berjalan menuju tangga kapal milik PT Pelni KM Nggapulu yang merapat di Pelabuhan Ambon, Maluku, Senin (11/6).

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- PT Pelni cabang Ambon kembali mengingatkan masyarakat di Maluku yang akan menjadi penumpang kapal menjelang Natal dan tahun baru untuk tak membeli tiket melalui calo. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan penumpang saat berlayar.

"Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama supaya tidak dianggap jadi penumpang ilegal," kata Kepala operasi PT Pelni cabang Ambon, Muhammad Assegaff di Ambon, Kamis (30/11/2023).

Baca Juga

Pasalnya ia mengatakan tiket yang dijual oleh calo i tidak resmi dan justru dapat merugikan calon penumpang lantaran nama yang tertera di tiket dan tanda pengenal penumpang tidak sesuai.

Assegaf mengatakan ada banyak cara bagi calo tiket untuk meraup keuntungan dari ramainya minat penggunaan jasa kapal laut saat arus mudik Natal dan tahun baru. Salah satunya dengan membeli tiket yang disediakan oleh pihak penyedia dalam hal ini Pelni, biasanya dalam jumlah banyak dan kemudian menjualnya lagi ke konsumen dengan harga yang lebih mahal.

 

Selain itu mereka juga bisa mencetak tiket atas nama orang lain dan dijual bebas untuk orang lain yang tak saling kenal. "Kalau pembelian di Pelni langsung kita bisa monitoring, sementara peredaran calo ini sulit kita monitoring," kata dia menjelaskan.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tak membeli tiket melalui media sosial atau agen tak resmi dari Pelni. "Hindari pembelian dari akun-akun Facebook atau media sosial yang tak resmi," kata dia.

Pihaknya pun telah melakukan upaya sosialisasi ke sejumlah travel untuk memastikan penjualan tiket kepada calon penumpang yang tepat dibuktikan dengan data diri yang sesuai. "Kita sudah sosialisasi ke travel-travel bagaimana mengatasi calo-calo tiket kapal di Ambon ini," ungkapnya.

Apalagi saat ini Pelni sendiri telah memiliki aplikasi Pelni Mobile yang dapat diakses melalui Handphone kapanpun dan dimanapun. Pada aplikasi Pelni Mobile, calon penumpang kapal laut dapat melakukan pemesanan tiket dari kapal Pelni yang tersedia, hingga mengetahui jadwal kapan Pelni pada bulan tersebut.

Assegaf menekankan apabila kedapatan calon penumpang yang membeli tiket palsu atau data tiket tak sesuai dengan data identitas, maka penumpang tersebut dinyatakan ilegal serta tak diperbolehkan naik ke atas kapal. "Kami punya sistem untuk memeriksa validitas tiket yang dibawa calon penumpang. Mulai dari pelabuhan, pemindai di ruang tunggu, hingga petugas di tangga kapal," kata Assegaf menjelaskan.

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement