Selasa 28 Nov 2023 21:37 WIB

Manufacturing Indonesia 2023 Sasar Transformasi Digital

Saat ini pemerintah tengah fokus mempercepat transformasi digital.

Pameran Manufacturing Indonesia 2023.
Foto: Dok. Mi
Pameran Manufacturing Indonesia 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pamerindo Indonesia segera menghadirkan Manufacturing Indonesia 2023, mulai 6-9 Desember 2023, di JIExpo Kemayoran Jakarta. Pameran seri ke-32 ini akan hadir dalam skala yang lebih besar. Dinukil dari Antara, kegiatan ini sebelumnya digelar Pamerindo Indonesia di Grand City Convention & Exhibition Centre, Surabaya, Jawa Timur bulan Juli lalu. 

Lebih dari 1.200 peserta pameran dari 29 negara akan membawa wawasan komprehensif seputar teknologi terdepan, produk dan solusi inovatif, serta peluang perluasan jaringan bisnis.

Baca Juga

Meysia Stephannie, Event Director Pamerindo Indonesia, menyampaikan bahwa pameran Manufacturing Indonesia telah menjadi pameran dagang manufaktur terbesar dan terpercaya untuk memamerkan mesin-mesin, perlengkapan dan peralatan dalam satu atap. Lebih dari itu, Manufacturing Indonesia juga sudah lama menjadi ajang bertukar teknologi, ide dan gagasan baru bagi para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi perkembangan industri manufaktur di Indonesia.

“Manufacturing Indonesia kali ini akan melibatkan lebih banyak peserta pameran, membangun ekosistem smart manufacturing yang lebih solid bagi industri manufaktur. Kami optimistis pameran tahun ini mampu menyerap lebih dari 30 ribu pengunjung. Melalui tema, ‘Towards Society 5.0’, kami turut mendukung berbagai upaya percepatan pengembangan berkelanjutan dan transformasi paradigma menuju Society 5.0 sektor manufaktur dan Industri 4.0. Sehingga, bukan hanya sisi dari teknologi saja, namun juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia industri manufaktur Indonesia,” ungkapnya, Selasa (28/11/2023). 

 

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah fokus mempercepat transformasi digital di industri manufaktur. Sebagai satu dari tujuh sektor prioritas pengembangan dan penggerak utama perekonomian, sektor ini telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 70 persen, ekspor industri sebesar 65 persen, dan 60 persen pada tenaga kerja industri di Indonesia.

Percepatan transformasi digital dalam penerapan Industri 4.0 dapat semakin memperkuat industri manufaktur dalam menopang perekonomian Indonesia, dan salah satu upaya dukungan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Top 10 ekonomi dunia. 

Di sisi lain, cepatnya pergerakan transformasi digital tentunya akan menciptakan paradigma baru industri. Maka penting bagi SDM Indonesia untuk terus mendorong perubahan pola pikir, sebagai langkah kritis guna memastikan adaptasi dan kesuksesan pengembangan serta pertumbuhan industri manufaktur di era yang sangat dinamis.  

Di Manufacturing Indonesia 2023, seluruh pengunjung akan melihat sejauh mana progres impelementasi Industri 4.0 dan Smart Manufacturing. Selain memperoleh wawasan dan koneksi ke jaringan pasar yang lebih besar di wilayah Asia Selatan, peserta pameran juga dapat mendiksusikan solusi dan praktik terbaik dalam meningkatkan operasional manufaktur secara menyeluruh. 

Sebagai tambahan, para pengunjung dan peserta pameran juga bisa menemukan berbagai konten menarik di Manufacturing Digital Hub, Kaizen Clinic, dan Area Indoestri yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pakar dan pelaku industri manufaktur di Indonesia.

Manufacturing Indonesia 2023 terselenggara bersamaan dengan pameran Machine Tools Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, dan Industrial Automation & Logistic Indonesia. Seri pameran manufaktur didukung oleh Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) dan Asosiasi Industri Mold & Dies Indonesia (IMDIA). 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement