Selasa 28 Nov 2023 15:42 WIB

Menkeu Tagih Menkominfo Selesaikan Proyek BTS

Ekonomi digital nasional diperkirakan mencapai 82 miliar dolar AS pada 2023.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Foto: (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi agar menyelesaikan berbagai program yang dimulai pada masa Menkominfo Johnny G Plate. Terutama proyek menara base transceiver station (BTS) 4G yang dikorupsi.

"Saya bilang sama Pak Budi Arie, BTS di daerah dulu janjinya 75 ribu desa di Indonesia connected digitally, puskesmas 10 ribu harusnya connected digitally, 240 ribu SD di seluruh madrasah semuanya akan digitally connected. Jadi, aku nagih sama menterinya yang sekarang," ujar Sri Mulyani dalam Indonesia Digital Summit 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

 

Dirinya mengungkapkan, Kementerian kominfo menjadi satu-satunya lembaga pemerintah yang mengalami kenaikan anggaran saat pandemi Covid-19. Kenaikan itu salah satunya guna menyelesaikan proyek BTS. Maka, Budi Arie dinilai harus meneruskan pembangunan tersebut.

 

"Untuk pembangunan satelit, fiber optic, BTS dan lain-lain. Beliau (Budi Arie) bilang bukan saya, tapi ya sudah pokoknya saya kan (tagih) kementeriannya," kata dia.

 

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani memaparkan, ekonomi digital nasional bakal terus naik. Diperkirakan, nilainya mencapai 82 miliar dolar AS pada 2023 dan dapat mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030.

 

Ia menjelaskan, digitalisasi ekonomi merupakan solusi alternatif guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Mengacu McKinsey, dia melanjutkan, setidaknya ekonomi digital berdampak pada empat area, yakni social equality, job creation, buyer benefits, dan financial benefits.

 

"Ini menimbulkan banyak sekali opportunity tapi juga tantangan mengenai policy dan regulasi yang tepat untuk mengaktualisasi potensi yang dianggap sangat tinggi," ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, baik dalam bentuk digital payment dari sisi financial, maupun insurance.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement