Senin 20 Nov 2023 12:23 WIB

Ini Strategi InJourney Genjot Pemulihan Pariwisata

InJourney bertekad meningkatkan pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney)
Foto: injourney.id
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding BUMN pariwisata dan pendukung atau InJourney bertekad meningkatkan pemulihan sektor pariwisata Indonesia. Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, grup InJourney memiliki strategi boosting tourism recovery dalam mendorong percepatan pemulihan pariwisata pascapandemi. 

"Terdapat berbagai strategi yang dilakukan, antara lain, dengan berkolaborasi dengan maskapai kunci untuk meningkatkan jumlah penerbangan langsung domestik dan internasional," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/11/2023).

Baca Juga

Di samping itu, InJourney melakukan penguatan kinerja usaha bandara. Salah satunya dengan meningkatkan bisnis nonaero di bandara-bandara yang dikelola anggota holding seperti PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Dony mencatat, 110,57 juta penumpang terbang melalui bandara InJourney selama Januari-September 2023 atau tumbuh 36,55 persen tahun ke tahun (yoy).

Dony mengatakan, peningkatan trafik penumpang juga mendorong lalu lintas pergerakan pesawat di bandara InJourney yang meningkat hingga 14,78 persen yoy menjadi 871,21 ribu pergerakan. Dony memperkirakan, trafik penumpang, pesawat, dan kargo di bandara InJourney hingga akhir 2023 mencapai 147,34 juta penumpang atau 85,51 persen dari level prapandemi dan 1,19 juta pergerakan pesawat atau 82,34 persen dari level prapandemi.

"Sedangkan kinerja kargo bahkan sudah melebihi level sebelum pandemi, yakni mencapai 1,20 juta ton atau berarti 101,09 persen dari level 2019," ujar Dony. 

Meski trafik penumpang dan pergerakan pesawat belum menyamai level sebelum pandemi di 2019, Dony optimistis industri pariwisata Indonesia akan terus tumbuh. Untuk itu, InJourney berkomitmen mengembangkan destinasi-destinasi pariwisata termasuk dengan menggelar berbagai event yang menarik sehingga lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi pariwisata di Indonesia.

"Untuk menciptakan trafik wisatawan, InJourney berkolaborasi dengan berbagai pihak menyelenggarakan berbagai ajang berskala nasional dan internasional," kata Dony. 

Dony mengatakan InJourney berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan F1Powerboat di Danau Toba, WSBK, Festival Purnama Waisak di Borobudur, Asian Road Racing Championship (ARRC), MotoGP, dan dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan Pesta Rakyat Danau Toba dan Aquabike Jetski World Championship di Danau Toba pada 22-26 November 2023 mendatang. Dony menilai keberhasilan penyelenggaraan merupakan kolaborasi yang apik dengan para pemangku kepentingan, keterlibatan luar biasa dari masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah.

"InJourney akan terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain untuk memajukan pariwisata Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian Indonesia," ujar Dony.

Selain itu, InJourney tetap berkomitmen untuk terus melakukan program-program pengembangan destinasi pariwisata. InJourney telah meluncurkan wajah baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang harapannya akan menjadi sebuah ikon besar pariwisata di Jakarta dan tentu di Indonesia. 

"Selanjutnya, InJourney juga memastikan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dapat berjalan optimal dan sukses untuk menjadi terobosan baru dalam sejarah industri pariwisata dan kesehatan di Indonesia," kata Dony. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement