Kamis 16 Nov 2023 14:19 WIB

Ini Penyebab Neraca Perdagangan Masih Surplus Tapi Melambat

Nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2023 mencapai 22,5 miliar dolar AS atau naik 6,76

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 masih mengalami surplus.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 masih mengalami surplus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 masih mengalami surplus. Hanya saja, surplus tersebut melambat atau lebih rendah jika dilihat secara tahunan.

Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menuturkan, terdapat hal yang membuat surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 lebih rendah.

Baca Juga

"Memang yang perlu diperhatikan penurunan surplus secara tahun ini lebih dipengaruhi oleh high base effect," kata Riefky kepada Republika.co.id, Kamis (16/11/2023).

Dia menjelaskan, pada Oktober 2022, surplus neraca perdagangan Indonesia memang terbilang tinggi. Menurut dia, hal tersebut dikarenakan harga-harga komoditas sedang tinggi-tinginya.

 

Sementara saat ini, Riefky menyebut harga komoditas sudah relatif turun signifikan. "Inilah yang membuat kemudian neraca perdagangan kita relatif lebih rendah walaupun masih surplus," ujar Riefky.

Selain itu, Riefky menuturkan, hal lain yang perlu diperhatikan yakni adanya ketidakpastian global. Begitu juga dengan adanya perlambatan aktivitas ekonomi global.

"Ini juga mendorong penurunan demand terhadap produk-produk ekspor Indonesia," ujar Riefky.

Sebelumnya, BPS mencatat neraca perdagangan barang indonesia pada Oktober 2023 masih mengalami surplus. Meskipun begitu, surplus tersebut terbilang melambat karena lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2022

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan pada Oktober 2023 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 3,48 miliar dolar AS atau naik sebesar 0,07 miliar dolar AS secara bulanan.

"Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 42 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Pudji dalam konferensi pers, Rabu (15/11/2023).

BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2023 mencapai 22,5 miliar dolar AS atau naik 6,76 persen dibandingkan September 2023. Sementara impor Indonesia pada Oktober 2023 mencapai 16,67 miliar dolar AS atau meningkat 7,68 persen dibandingkan September 2023.

Pudji menuturkan, surplus Oktober 2023 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tetapi lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu. Surplus neraca perdagangan Oktober 2023 tersebut lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar 5,31 miliar dolar AS.

Secara kumulatif hingga Oktober 2023, Pudji memastikan total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 31,22 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih rendah sekitar 14,2 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement