Rabu 15 Nov 2023 22:26 WIB

Intervensi Pemerintah Diperlukan untuk Ubah Gaya Hidup Masyarakat

Elon Musk berhasil menciptakan critical mass yang mengubah gaya hidup orang elit.

Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memeriksa mobil listrik untuk delegasi di area Sentral Parkir ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Ahad (8/10/2023). Sebanyak 430 unit mobil listrik disiapkan untuk transportasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Nusa Dua, Bali pada 10-11 Oktober 2023.
Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memeriksa mobil listrik untuk delegasi di area Sentral Parkir ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Ahad (8/10/2023). Sebanyak 430 unit mobil listrik disiapkan untuk transportasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Nusa Dua, Bali pada 10-11 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom dari Universitas Indonesia Dr. Fithra Faisal Hastiadi, S.E., MSE., M.A, menilai perlu intervensi dari pemerintah untuk mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih ramah lingkungan guna menggencarkan program green economy atau​​​​​​​ ekonomi hijau ​​​​​​​

“Karena kelompok masyarakat urban yang menengah ke bawah, pertimbangan pertama mereka adalah harga. Boro-boro bicara soal lingkungan, kehidupan sehari-hari saja masih kurang,” kata Fithra kepada ANTARA ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Baca Juga

Fithra menjelaskan bahwa intervensi pemerintah sebaiknya bertujuan untuk membuat critical mass atau massa awal yang dibutuhkan agar bisa masuk ke tahap percepatan usaha, dalam hal ini gaya hidup yang ramah lingkungan.

Dia menyoroti tren penggunaan mobil listrik, yang dipicu oleh Pemimpin Tesla Elon Musk. Fithra mengatakan bahwa Elon Musk berhasil menciptakan critical mass yang mengubah gaya hidup masyarakat kalangan menengah ke atas menjadi lebih ramah lingkungan.

“Yang Elon Musk lakukan adalah membuat harga kendaraan listriknya premium sehingga menjangkau kelompok masyarakat kelas atas,” kata Fithra.

Mulanya, ujar dia melanjutkan, kendaraan listrik menjadi terlihat sangat elit. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, tren tersebut berhasil memunculkan kendaraan listrik sebagai top of mind (yang pertama terpikir) orang-orang.

“Ketika sudah mencapai tahapan top of mind sehingga publik berpikir, ‘memiliki mobil listrik, kok, bagus’, itu kemudian menjadi pemantik,” ucap Fithra.

Setelah penggunaan kendaraan listrik menjadi sebuah tren di tengah masyarakat, kata Fithra, barulah muncul mobil listrik dengan harga yang sudah disubsidi untuk menyesuaikan seberapa besar daya beli masyarakat di lapisan lainnya.

“Ini tidak akan ada tanpa Elon Musk di awal. Dia membuat citra, bahwa mengonsumsi produk ini bagus dan keren,” ujar eks Juru Bicara Kementerian Perdagangan itu.

Dengan demikian, dia berharap agar pemerintah dapat menciptakan critical mass guna mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih ramah lingkungan dan mendukung ekonomi hijau.

“Memang harus ada critical mass-nya terlebih dahulu di Indonesia,” kata Fithra.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement