Selasa 14 Nov 2023 13:51 WIB

Menteri Basuki Pastikan Uji Coba Tol Nirsentuh Mulai Desember 2023

Uji coba tersebut akan dicoba pada salah satu gate di Tol Bali Mandara.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Petugas keamanan bersiaga di Gerbang Tol Ngurah Rai di Jalan Tol Bali Mandara, Bali, Rabu (21/9/2022). Seluruh pengerjaan penataan Jalan Tol Bali Mandara yang berbasis green environment seperti penanaman pohon, pembuatan taman serta pembangunan PLTS itu telah dinyatakan selesai sehingga siap digunakan untuk mendukung KTT G20.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Petugas keamanan bersiaga di Gerbang Tol Ngurah Rai di Jalan Tol Bali Mandara, Bali, Rabu (21/9/2022). Seluruh pengerjaan penataan Jalan Tol Bali Mandara yang berbasis green environment seperti penanaman pohon, pembuatan taman serta pembangunan PLTS itu telah dinyatakan selesai sehingga siap digunakan untuk mendukung KTT G20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan uji coba sistem multi lane free flow (MLFF) atau pintu tol nirsentuh dimulai pada awal Desember 2023. Uji coba tersebut akan dicoba pada salah satu gate di Tol Bali Mandara.

“Uji cobanya minggu kedua Desember. Setelah dicoba dua minggu, nanti akan dievaluasi, kalau bagus, berhasil, kita expand,” kata Basuki di Hotel Westin Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga

Basuki menjelaskan, uji coba tol nirsentuh ini akan menjadi penentu untuk menentukan kapan akan diterapkan secara penuh. Uji coba di Tol Bali Mandara juga sekaligus menjadi dasar pertimbangan untuk perluasan MLFF pada tol lain.

“Kalau ada kekurangan, kita improve dulu, baru coba lagi,” kata Basuki menambahkan.

 

Meski demikian, Basuki tak menampik, perpindahan sistem dari tapping ke nirsentuh bakal menemui banyak tantangan. Pasalnya, setiap kendaraan harus terdaftar terlebih dahulu sehingga mesin pembaca di pintu tol dapat mencatat kendaraan yang melintas. Hal ini membutuhkan kepatuhan dari setiap pemilik kendaraan.

Namun, Basuki optimistis teknologi MLFF dapat diikuti oleh pengendara. Sama halnya saat perubahan pembayaran tunai di tol menjadi nontunai menggunakan kartu yang semula dikhawatirkan banyak pihak nyatanya bisa berjalan lancar.

“Jadi, nanti dari sistem tapping ke MLFF ada perubahan sikap. Disiplin,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, pada tahap awal uji coba nanti, tetap akan dipasangi palang pintu sembari registrasi kendaraan dibenahi. Nantinya, ketika seluruh kendaraan sudah teregister dengan baik, sistem MLFF akan diterapkan secara penuh.

Hal ini juga sekaligus untuk menghindari kekhawatiran terhadap potensi pendapatan tol yang hilang yang disebabkan oleh tidak terbacanya kendaraan atau kesalahan dari sistem MLFF.

Sistem MLFF dikembangkan oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). RITS sendiri adalah anak perusahan Roatex Ltd Zrt asal Hungaria. Saham RITS dimiliki 99 persen oleh Roatex Ltd Zrt, dan sisanya 1 persen milik perseorangan yang juga berasal dari Hungaria.

Adapun lingkup proyek MLFF yang direncanakan adalah Design-Build-Finance-Operate-Transfer (DBFOT), dengan konsesi 10 tahun. Skema pengembalian proyek dengan user charge (tarif) dan nilai investasi sebesar Rp 4,4 triliun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement