Selasa 14 Nov 2023 08:16 WIB

Bio Farma Dukung Vaksin DBD dan CerviScan di Balikpapan

Balikpapan mencatat sejarah sebagai daerah otonom pertama menerapkan vaksinasi DBD.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Bio Farma dukung launcing Program Vaksinasi DBD dan CerviScan di Balikpapan. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Bio Farma dukung launcing Program Vaksinasi DBD dan CerviScan di Balikpapan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bio Farma memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-59 bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dengan tema Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju yang diselenggarakan pada 12 November 2023 bertempat Gedung Kesenian Balikpapan. Pada kegiatan perayaan HKN ke-59 ini diselenggarakan launcing Program Vaksinasi DBD dan CerviScan yang merupakan diagnostik kit kanker serviks. 

Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik menyampaikan pada kegiatan HKN ke-59 ini dilaksanakan launching program vaksin DBD dan juga deteksi dini Cerviscan. “Balikpapan mencatat sejarah sebagai daerah otonom yang pertama kali melaksanakan di Indonesia vaksinasi DBD," ujar Akmal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

Selain itu dalam kegaiatan ini dilakukan launching Cerviscan sebagai deteksi dini terhadap kanker serviks untuk Kota Balikpapan. Akmal menyampaikan deteksi dini kanker seviks yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi para ibu dan perempuan, saat ini deteksi dini bisa dilakukan dengan urin. Kegiatan deteksi dini kanker serviks melalui urin merupakan langkah yang bagus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini yang seringkali tidak terasa gejalanya. 

"Kanker Serviks merupakan penyakit yang sering tidak terasa gejalanya tapi menjadi momok yang luar biasa. Program ini dapat mendorong kepada masyarakat Balikpapan akan pentingnya pencegahan kesehatan dalam program vaksinasi," ucap Akmal.

 

Direktur Medis & Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki berharap Pencanangan dan Launching Program Vaksinasi DBD yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dan Takeda serta Deteksi Dini Kanker Serviks dapat menurunkan angka kasus DBD dan kanker serviks di Balikapapan dan sekitarnya. Bio Farma, lanjut Sri, melalui inovasinya berkomitmen berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Balikpapan dan sekitarnya untuk melakukan deteksi dini kanker serviks sehingga bisa menurunkan angka penyebaran kanker serviks di area Provinsi Kalimantan Timur, kota Balikpapan dan sekitarnya. 

"Harapannya program vaksinasi DBD dan Deteksi Dini Kanker Rahim ini bisa menjangkau hingga seluruh Indonesia," ucap Sri.

Sri mengatakan Bio Farma telah mempersiapkan kebutuhan vaksin DBD di Kalimantan Timur untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka DBD di Balikpapan. Sementara itu, CerviScan yang diperkenalkan di awal 2023 ini, diharapkan bisa menurunkan angka kanker serviks di Indonesia sesuai dengan target WHO dan Kemenkes. Bahkan, saat ini Bio Farma sudah bekerjasama dengan kurang lebih 80 laboratorium dan fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia” tambahnya.

"Metode deteksi kanker serviks menggunakan urine ini mirip dengan uji Covid-19. Sampel urine akan diproses lewat mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan reagen produk Bio Farma. Hasil uji laboratorium bisa mendeteksi kanker serviks dengan akurasi sekitar 95 persen," kata Sri.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement