Sabtu 11 Nov 2023 02:53 WIB

Belanja Produk UMKM oleh BUMN Melalui PaDi Capai Rp 28,3 Triliun

PaDi UMKM merupakan platform yang mempertemukan pembeli dengan buyer group.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total belanja perusahaan BUMN terhadap produk UMKM melalui Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau PaDi UMKM mencapai Rp 28,3 triliun.
Foto: ANTARA /Aprillio Akbar
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total belanja perusahaan BUMN terhadap produk UMKM melalui Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau PaDi UMKM mencapai Rp 28,3 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total belanja perusahaan BUMN terhadap produk UMKM melalui Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau PaDi UMKM mencapai Rp 28,3 triliun per akhir September.

“Untuk jenis transaksi e-procurement (pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik) Rp 28,3 triliun dan b2b (business to business) retail Rp 3,1 triliun sehingga totalnya yang tercatat di PaDi Rp 31,3 triliun per September 2023, itu belanja kepada UMKM,” kata Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinata Ginting saat konferensi pers Bazar UMKM untuk Indonesia di Gedung Sarinah Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Baca Juga

Besaran transaksi BUMN dalam membeli produk UMKM tersebut tercatat sudah melampaui realisasi belanja BUMN melalui PaDi UMKM pada 2022 yang berjumlah Rp 28 triliun. PaDi UMKM berupa platform digital yang bertujuan untuk mempertemukan grup pembeli atau buyer group itu, tercatat memiliki 44 ribu lebih pelaku UMKM. Sedangkan dari sisi pembeli, terdapat 9.000 buyer group yang hampir 100 persen atau lebih tepatnya 94 persen merupakan perusahaan BUMN.

Loto menuturkan salah satu upaya yang dilakukan Kementerian BUMN untuk menggenjot belanja produk UMKM melalui platform PaDi UMKM dengan mendekatkan produk dengan calon pembeli melalui Bazar UMKM yang rutin diadakan setiap bulan di Gedung Sarinah, Jakarta.

 

Pada penyelenggaraan bazar UMKM yang berlangsung pada 9-12 November kali ini diikuti oleh 91 UMKM binaan Kimia Farma, Biofarma, dan Indofarma. Menurut Loto, UMKM sangat membutuhkan bazar atau pameran serupa sebagai sarana untuk memperluas pasar UMKM dan menjadikan produk lokal naik kelas.

“Jadi bagi UMKM yang sudah mendapatkan pembinaan, maka mereka membutuhkan event-event semacam ini, baik pameran, bazar ataupun juga business matching atau pameran yang memang bisa memperluas jangkauan pasar mereka yang existing,” tuturnya.

Selain melalui bazar UMKM, lanjutnya, Kementerian BUMN telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi untuk menyelenggarakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta pada 18-19 November.

“Maksud semuanya itu untuk memberikan kesempatan bagi UMKM menunjukkan karyanya dan kepada masyarakat bisa juga dapat melihat karya UMKM dan membeli dan menikmatinya,” kata Loto.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement