Jumat 10 Nov 2023 09:54 WIB

PPI Dukung Ketahanan Pangan di Banten

Kerja sama ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga stok persediaan bahan pangan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Pekerja mengangkut stok beras di gudang Bulog Serang, Banten, Senin (31/7/2023). PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mendukung ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pekerja mengangkut stok beras di gudang Bulog Serang, Banten, Senin (31/7/2023). PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mendukung ketahanan pangan di Provinsi Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mendukung ketahanan pangan di Provinsi Banten. Direktur Komersial dan Pengembangan PPI Edhy Rizwan mengatakan perusahaan sendiri telah memiliki perjanjian kerja sama komoditas pangan dengan Dinas Ketahanan Pangan Banten sebagai tindaklanjut komitmen tersebut. 

"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga stok persediaan bahan pangan pokok untuk cadangan pangan kebutuhan konsumsi masyarakat Banten," ujar Edhy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Baca Juga

Edhy menyampaikan kerja sama tersebut menjadi awal kerja sama yang baik untuk terus menjaga stok pangan Banten. Edhy menyebut kerja sama ini wujud kontribusi PPI sebagai anggota holding BUMN pangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah dengan berbagai elemen.

"Kita akan terus berupaya membantu pemerintah, termasuk pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan secara bersama-sama," ucap Edhy. 

Edhy mengatakan sinergi ini juga merupakan implementasi atas nilai Akhlak BUMN yakni dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. PPI dengan 32 kantor cabang di seluruh Indonesia siap bekerja sama dengan pemda dalam menjaga ketahanan pangan. 

"PPI juga senantiasa mendukung program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan daerah di wilayah operasional bisnis PPI dalam memberikan akses kemudahan dan keterjangkauan harga komoditas pangan untuk masyarakat," kata Edhy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement