Senin 06 Nov 2023 11:59 WIB

Emak-Emak Pusing Harga Naik: Masa Harga Cabai Sama Kayak Daging

Harga beras premium masih di level Rp 15 ribu dan cabai capai Rp 90 ribu.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Lida Puspaningtyas
Sejumlah warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Barito, Kota Ternate, Maluku Utara, Ahad (5/11/2023). Menurut pedagang setempat, sejak seminggu terakhir harga sejumlah kebutuhan pokok  melonjak naik seperti cabai rawit dari Rp35 ribu kilogram menjadi Rp50 ribu kilogram dan harga bawang merah Rp35 ribu kilogram menjadi Rp45 ribu kilogram akibat berkurangnya pasokan dampak dari kemarau yang mengakibatkan petani gagal panen di daerah Sulawesi Utara dan Halmahera yang menjadi pemasuk kebutuhan pokok.
Foto: Antara/Andri Saputra
Sejumlah warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Barito, Kota Ternate, Maluku Utara, Ahad (5/11/2023). Menurut pedagang setempat, sejak seminggu terakhir harga sejumlah kebutuhan pokok  melonjak naik seperti cabai rawit dari Rp35 ribu kilogram menjadi Rp50 ribu kilogram dan harga bawang merah Rp35 ribu kilogram menjadi Rp45 ribu kilogram akibat berkurangnya pasokan dampak dari kemarau yang mengakibatkan petani gagal panen di daerah Sulawesi Utara dan Halmahera yang menjadi pemasuk kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ibu rumah tangga atau emak-emak di Jabar, mengeluhkan harga berbagai kebutuhan pokok yang naik. Harga beras, saat ini masih cukup tinggi. Misalnya, beras medium biasanya Rp 11 ribu sekarang naik menjadi Rp 14 ribu perkilogram. Kemudian, beras premium yang biasanya Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu sekarang menjadi Rp 15 ribu.

Berdasarkan pantauan Republika di Toko beras grosir Antapani Kota Bandung, berikut harga beras yang dijual. Jembar 1 harganya Rp 15.500, Pandan Wangi Hokben Rp 15.500, Pandan wangi KST Rp 15.000, Jembar YY Super Rp 14.500, Rojolele Rp 14.500, Setra Wangi Rp 14.200, Jembar SiMadu/Cristal Rp 14.000, 

Baca Juga

Setra 39 Rp 13.500, Setra Jago Rp 13.000. Sementara Setra dan Setra DR kosong.

Sedangkan di Pasar Cimahi, harga beras medium yang termurah Rp 13.000 dan harga beras premium tertinggi Rp 15 ribu. Harga yang mengalami kenaikan cukup tajam, adalah harga berbagai varian cabe. Yakni, cabe rawit merah mencapai Rp 90 ribu per kg, cabe keriting merah Rp 80 ribu per kg naik sebesar Rp 5 ribu karena sebelumnya Rp 75 ribu. 

 

Kemudian, cabe rawit hijau naik Rp 5 ribu yakni dari Rp 65 ribu menjadi Rp 70 ribu. Bawang merah naik Rp 5 ribu yakni dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu. Bawang putih naik Rp 3 ribu dari Rp 32 ribu menjadi Rp 35 ribu.

"Yaa, cabe rawit naik jadi mahal banget. Biasanya Rp 50 ribu sekilo sekarang jadi Rp 70 ribu bahkan yang cabe rawit merah naik tajam jadi Rp 90 ribu," ujar salah seorang warga Katapang Tuti Novianti, Senin (6/11/2023).

Menurut Tuti, kemungkinan harga cabai mahal karena musim kemarau panjang yang menyebabkan banyak petani gagal panen. Selain cabe, bumbu-bumbu yang lain juga harganya mengalami kenaikan.

"Ya masa harga cabe rawit Rp 90 ribu udah kayak harga daging. Tapi kan kalau kita nggak nyambel juga nggak enak," katanya.

Senada dengan Tuti, pedagang nasi kuning warga Sindanglaya Kota Bandung, Ika Sartika (50 tahun) mengeluhkan tingginya harga beras. Karena, harga nasi kuning yang dijualnya tetap sementara harga beras dan bumbu-bumbu naik.

"Ya keuntungan saya jadi berkurang kan dagangan saya bahan bakunya beras ya. Terus kan nasi kuning pasti ada sambalnya sekarang harga cabe rawitnya mahal. Semoga bisa segera turun biar jualan lebih ada hasilnya," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement