Kamis 02 Nov 2023 13:45 WIB

Hadiri Simposium Kemhan, Mendag Zulhas Bicara Pengaruh Geopolitik ke Perdagangan RI

Zulhas mengingatkan kondisi geopolitik global mempengaruhi supply chain

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menghadiri Simposium Kementerian Pertahanan Tahun 2023. Zulhas turut menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk Geopolitik dan Geostrategis Global serta Pengaruhnya terhadap Indonesia Tahun 2023.
Foto: dok istimewa
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menghadiri Simposium Kementerian Pertahanan Tahun 2023. Zulhas turut menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk Geopolitik dan Geostrategis Global serta Pengaruhnya terhadap Indonesia Tahun 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menghadiri Simposium Kementerian Pertahanan Tahun 2023. Zulhas turut menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk ‘Geopolitik dan Geostrategis Global serta Pengaruhnya terhadap Indonesia Tahun 2023’ tersebut.

Dalam kesempatan ini, ia membahas pengaruh kondisi geopolitik global terhadap kondisi perdagangan Indonesia. Khususnya dalam beberapa tahun terakhir.

“Baru saja menyampaikan kepada simposium yang dilaksanakan oleh Kemenhan mengenai perkembangan pengaruh geopolitik, ekonomi, dan politik terhadap perdagangan dan masa depan kita,” ungkap Zulhas kepada awak media di Kantor Kemenhan, Kamis (2/11/2023).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini mengatakan kondisi geopolitik dunia, seperti konflik Rusia-Ukraina, turut berdampak pada terganggunya supply chain. Namun, Indonesia sebagai negara non-blok fokus pada tujuan untuk mencapai visi Indonesia Maju 2045.

“Buat Indonesia, semua adalah teman. Jadi mana yang win-win dan yang memberikan kerja sama saling menguntungkan untuk kemajuan kebaikan negara, ya tentu harus kita sambut dengan gembira,” katanya.

Ia menambahkan ada pergeseran mitra dagang utama Indonesia saat ini. Dari yang dulu didominasi dunia barat, mulai bergeser ke negara-negara Timur. Beberapa di antaranya kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh yang menyumbang sebagian besar surplus perdagangan Indonesia.

“Nah, inilah yang saya gambarkan tadi kepada pimpin-pimpin kita di simposium ini sehingga kita bisa mengambil suatu kebijakan yang tepat,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement