Selasa 31 Oct 2023 17:14 WIB

Harga Kedelai Impor di Kudus Melonjak Jadi Rp 12.550 per Kg

Melonjaknya harga kedelai impor ini akibat stok di AS terbatas dan kurs rupiah lesu.

Pekerja menunjukkan kedelai di pabrik pembuatan tahu, Desa Ploso, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022).
Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Pekerja menunjukkan kedelai di pabrik pembuatan tahu, Desa Ploso, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebutkan harga kedelai impor mengalami kenaikan menjadi Rp 12.550 per kilogram dari sebelumnya yang sempat turun sehingga menjadi Rp 10.500 per kilogram.

"Pada akhir Maret 2023 harga komoditas impor tersebut sempat mencapai Rp 11.500/kg, kemudian bulan berikutnya turun menjadi Rp 10.500/kg. Akan tetapi, harga komoditas tersebut naik bertahap hingga pekan ini menjadi Rp 12.550/kg," kata Manajer Primkopti Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Selasa (31/10/2023).

Baca Juga

Informasinya, kata dia, kenaikan harga kedelai impor tersebut disebabkan karena melemahnya nilai tukar rupiah serta ketersediaan komoditas kedelai di negara asalnya Amerika yang dikabarkan mulai menipis.

Meskipun demikian, imbuh dia, untuk sementara stok kedelai impor tersedia dalam jumlah yang aman. Bahkan, ketika membutuhkan tambahan masih bisa dilayani. "Permintaan juga masih fluktuatif, sedangkan pekan ini rata-rata permintaan per harinya mencapai 20-an ton," ujarnya.

Stok kedelai impor yang tersedia di Gudang Primkopti Kudus berkisar 60 ton dan masih bisa ditambah. Namun, p​​​erajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus juga memiliki alternatif karena saat ini tersedia kedelai lokal dengan harga Rp 12.000/kg dengan stok yang tersedia sebanyak 10 ton.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Minan Muchammad mengakui hasil pantauan di lapangan memang ada kenaikan harga kedelai impor.

"Fluktuasi harga kedelai impor tersebut masih wajar, karena ketersediaan stoknya juga disesuaikan dengan negara penghasil komoditas tersebut," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, stok kedelai di pasaran tersedia cukup, karena beberapa pedagang besar menyatakan stok tersedia aman, termasuk yang ada di Gudang Primkopti Kudus.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement