Kamis 26 Oct 2023 10:47 WIB

Amran Sulaiman Jadi Mentan, Kepala Bapanas: Tidak Diragukan Lagi Integritasnya

Arief berharap dengan dilantiknya Amran Sulaiman, sektor pertanian semakin maju.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kanan) melepas ekspor produk olahan unggas Indonesia ke Singapura di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023).
Foto: Dok.Republika
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kanan) melepas ekspor produk olahan unggas Indonesia ke Singapura di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional/NFA Arief Prasetyo Adi yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Menteri Pertanian menyambut pelantikan Andi Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian karena integritas dan kemampuannya tidak diragukan.

"Alhamdulillah, Presiden Jokowi telah melantik Menteri Pertanian Definitif pagi ini. Amran sahabat lama saya, tidak diragukan lagi integritas dan kemampuannya. Selamat dan sukses untuk Pak Amran Sulaiman," ujar Kepala Bapanas Arief.

Baca Juga

Arief berharap dengan dilantiknya Amran, sektor pertanian semakin menunjukkan kemajuan di tengah tantangan perubahan iklim yang berdampak pada produksi pangan. Apalagi Amran pernah menjadi Menteri Pertanian pada periode 2014-2019.

"Kami tentunya optimistis sinergitas terus kita bangun bersama, NFA dan Kementerian Pertanian, serta kementerian/lembaga lainnya, juga dengan para pakar, akademisi, BUMN Pangan, asosiasi dan pelaku usaha, serta media dapat saling hand in hand memajukan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional," ucapnya.

Adapun dalam masa tugas sebagai Plt Mentan, Arief melakukan gerak cepat dengan melakukan konsolidasi internal. Selain itu, ia juga mengakselerasi sektor pertanian antara lain dengan berfokus pada penguatan input produksi seperti benih, bibit, alsintan, pupuk, dan air.

Arief meminta ketersediaan pupuk harus terjamin sehingga produksi yang dilakukan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan benih yang akan ditanam haruslah benih unggul dan berkualitas. Di samping itu, perbaikan irigasi juga harus dilakukan agar petani mendapat pasokan air yang cukup.

Tak hanya itu, target produksi padi pun ditingkatkan dari yang tadinya 31 juta ton menjadi 35 juta ton. Menurutnya, untuk mencapai ketahanan pangan, aspek hulu hingga hilir harus dikerjakan bersama melalui kerja-kerja kolaboratif yang kuat.

Para Eselon 1 Kementan telah dimintanya untuk menyusun program untuk tiga bulan ke depan. Salah satunya mempercepat persiapan masa tanam sehingga pada saat panen raya tahun depan produksi sesuai dengan target yang ditetapkan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement