Kamis 19 Oct 2023 00:48 WIB

Ini Bentuk Komitmen Danone Indonesia Tingkatkan Kesehatan di Berbagai Wilayah

Aqua Solok menggelar sosialisasi penurunan dan pencegahan stunting.

PT Tirta Investama selaku produsen air minum dalam kemasan (AMDK) bernama Aqua melaksanakan program bermanfaat di berbagai daerah. Di Sumatra Barat misalnya, Aqua Solok menggelar sosialisasi penurunan dan pencegahan stunting.
Foto: dok istimewa
PT Tirta Investama selaku produsen air minum dalam kemasan (AMDK) bernama Aqua melaksanakan program bermanfaat di berbagai daerah. Di Sumatra Barat misalnya, Aqua Solok menggelar sosialisasi penurunan dan pencegahan stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap perusahaan yang beroperasi di suatu kawasan, tentu harus memiliki dampak positif bagi daerah tempat mereka beroperasi. Hal itu sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab sosial sebuah perusahaan kepada semua pihak dengan melaksanakan sebuah program bermanfaat.

Namun, kegiatan yang diadakan juga tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan agar bisa berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran. Artinya, riset mendalam dibutuhkan agar program bisa menyentuh dan berdampak langsung di masyarakat.

Hal tersebut juga dilakukan PT Tirta Investama selaku produsen air minum dalam kemasan (AMDK) bernama Aqua di berbagai daerah. Di Sumatra Barat misalnya, Aqua Solok menggelar sosialisasi penurunan dan pencegahan stunting.

Program diadakan mengingat jumlah keseluruhan kasus stunting di daerah tersebut terbilang cukup tinggi yakni 40,1 persen. Angka itu berhasil merosot pada 2022 ke posisi 15,9 persen namun kembali meningkat pada 2023 menjadi 24,2 persen.

Program dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Solok. Sekretaris Diskominfo Pemkab Solok, Yakub Marcos menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan agar terjadi percepatan penurunan dan pencegahan stunting sejak dini. 

"Yang kedua yakni tersosialisasinya program upaya penundaan pencegahan stunting dari tingkat Nasional hingga ke daerah," kata Yakub yang juga berperan sebagai ketua pelaksana program.

Manajer CSR PT Tirta Investama Solok, Jon Endrik mengatakan, mengaku berterima kasih kepada pemkab Solok yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Menurutnya, kolaborasi semua pihak dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting.

"Sebagai perusahaan penyedia air minum dalam kemasan kami turut serta dalam memperhatikan kehidupan masyarakat di sekitar termasuk program program di bidang kesehatan," katanya.

Kegiatan lain, yakni Aqua solok juga bekerja sama dengan beberapa kelompok tani di sekitar pabrik. Kegiatan yang diadakan yakni pengembangan Agrobisnis.

Program, tidak hanya berpaku pada peningkatan mutu pertanian tapi juga membuat lahan tanam menjadi agrowisata. Semua kegiatan dilakukan tidak hanya untuk mengedukasi para petani tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

Tak hanya di Solok, pendampingan serupa juga dilakukan Aqua di Klaten, Jawa Tengah. komunitas petani di Desa Mriyan dekat lereng Gunung Merapi dilatih untuk melestarikan tanaman endemik dengan membudidayakan anggrek. 

Pembudidayaan dilakukan dengan cara sederhana yakni membangun rumah kaca berukuran 4X6 meter untuk mendukung kegiatan konservasi. Anggrek akan dikembalikan ke Gunung Merapi setelah dipelihara di rumah kaca selama 1,5 sampai dua tahun.

"Anggrek yang dibudidayakan hingga saat ini sudah terdapat 23 varian, salah satunya adalah varian anggrek langka, yaitu Vanda tricolor," kata ketua komunitas petani di Boyolali, Joko Susanto.

Stakeholder Relation Manager Aqua Klaten, Rama Zakaria menyampaikan bahwa perusahaan mendukung upaya konservasi yang dijalankan oleh komunitas petani dan memfasilitasi pendirian Pusat Belajar Konservasi Komunitas (PBKK). Menurut dia, PBKK dapat menjadi tempat bagi para petani dan warga untuk melakukan diskusi, penelitian dan kajian mengenai upaya konservasi. 

"Kami hanya memfasilitasi, memberikan wadah bagi petani dan masyarakat untuk belajar dan mengembangkan ilmu yang telah dimiliki," katanya.

Aqua juga ikut serta dalam Festival Lingkungan-Iklim-Kehutanan-Energi (LIKE) yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Festival sekaligus bentuk apresiasi atas upaya dalam mewujudkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan yang semakin baik, aksi mitigasi perubahan iklim serta peningkatan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan Aqua dalam festival itu yakni pengelolaan botol bekas pakai dengan menukarnya menjadi barang bernilai rupiah. Hal tersebut menjadi salah satu solusi Aqua terkait permasalahan sampah plastik dan perubahan iklim.

Langkah tersebut bahkan mendapatkan atensi khusus dari Presiden Jokowi. Presiden juga ikut mencoba mesin penukar botol minuman bekas yang menjadi salah satu solusi permasalahan sampah plastik di Indonesia. 

"Sebagai perusahaan pelopor produsen air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia sejak 1973, Danone-AQUA berkomitmen menghadirkan kesehatan melalui produk berkualitas sekaligus berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," kata General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement