Selasa 17 Oct 2023 13:19 WIB

Jokowi Yakin China akan Jadi Investor Utama Indonesia

Dalam satu dekade, investasi China ke RI meningkat dari urutan 12 ke urutan 2.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Qiang yang digelar di Diaoyutai State House, Beijing, China, Selasa (17/10/2023).
Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretar
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Qiang yang digelar di Diaoyutai State House, Beijing, China, Selasa (17/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini China akan menjadi investor utama di Indonesia dalam satu hingga dua tahun ke depan.

"Saya yakin dalam satu dua tahun ke depan, RRT (Republik Rakyat Tiongkok) bisa menjadi peringkat pertama dan sebagai kontributor FDI (Foreign Direct Investment) di Indonesia dan itu yang saya tunggu-tunggu," kata Presiden Jokowi dalam Indonesia-China Business Forum di Beijing, China, pada Senin (16/10/2023).

Baca Juga

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester pertama 2023 mencapai Rp 678,7 triliun. Singapura, China, Hong Kong, Jepang dan Amerika Serikat tercatat sebagai lima negara teratas yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia sepanjang semester I 2023

"Saya itu dari kecil suka sekali film kungfu China, Bruce Lee dengan one inch punch-nya dan juga Ip Man dengan wing chun-nya'. Apa yang saya sukai dari keduanya, bahwa kecepatan dan ketepatan adalah kunci, seperti cara berinvestasi Bapak Ibu semuanya ke indonesia, cepat tepat," ujar Presiden yang disambut dengan tepuk tangan para peserta forum.

Hadir dalam forum tersebut sekitar 200 orang pengusaha China dan 100 orang pengusaha asal Indonesia. Tak lupa, Jokowi juga menyapa dalam bahasa Mandarin.

"'Wan shang hao' (selamat malam), ni hao ma (apa kabar), xing hui (sangat senang bertemu dengan Anda). Sebelumnya saya cuma tahu xie xie (terima kasih) dan 'wo ai ni' (saya cinta kamu), tapi tadi di pesawat, agar bisa menyapa Bapak Ibu sekalian dengan bahasa Mandarin, saya sengaja latihan, semoga pengucapan saya tadi tidak salah," kata Jokowi yang disambut dengan tepuk tangan.

Presiden Jokowi menyebut saat ia bicara dalam Indonesia-China Business Forum tersebut, ia baru tiba di Beijing sekitar 1,5 jam lalu setelah terbang 7 jam lebih dari Jakarta.

"Saya tadi disaranin menteri saya 'Pak Presiden istrahat dulu, biar enggak capek tapi setelah saya pikir, ndak, saya lebih memilih datang untuk menemui Bapak Ibu sekalian," ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga menyebut masa depan ekonomi dunia ada di Asia, termasuk Indonesia dan China. "Hari ini saya ingin sampaikan ucapan terima kasih atas investasinya, atas kontribusinya dalam pembangunan Indonesia. Tahun 2013, China berada di urutan 12 kontributor 'Foreign Direct Investement' di Indonesia, tapi di 2022, sudah menjadi urutan yang kedua, peningkatan yang cepat sekali, xie xie," kata Presiden.

Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Menteri Perdagangan China Li Fei, Ketua Kamar Dagang Indonesia bagian bilateral dengan China Garibaldi Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad-interim yang juga Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, para pengusaha dan pejabat terkait lainnya.

Dalam acara tersebut dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh 31 perusahaan Indonesia dan China antara lain di bidang baterai dan kelistrikan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement