Ahad 08 Oct 2023 09:15 WIB

Judi Online Marak di Kalangan Pelajar, Bukti Literasi Masyarakat Rendah

Efek samping judi online pada remaja sangat besar, bisa sebabkan putus sekolah.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi permainan judi slot online. Siswa yang terlibat judi online menjadi salah satu bukti minimnya literasi keuangan di kalangan pelajar.
Foto: Republika/ Bayu Adji P
Ilustrasi permainan judi slot online. Siswa yang terlibat judi online menjadi salah satu bukti minimnya literasi keuangan di kalangan pelajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Judi online saat kini makin marak bahkan di kalanan pelajar dan mahasiswa. Perencana Keuangan PINA.id Sayoga Risdya Prasetyo mengungkapkan fenomena tersebut membuktikan kurangnya literasi keuangan di kalangan masyarakat.

"Fenomena ini jadi salah satu bukti bahwa literasi keuangan masyarakat kita masih sangat rendah. Kurangnga literasi keuangan membuat orang mudah terbawa iming-iming kaya mendadak dalam waktu instan yang selalu dielu-elukan oleh perusahaan judi online," kata Sayoga kepada Republika.co.id, Ahad (8/10/2023).

Baca Juga

Menurutnya, fenomena judi online cukup memprihatinkan. Sayoga mehgatakan, berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sejak awal 2023 hingga saat ini total angka transaksi masyarakat Indonesia dalam judi online sudah mencapai angka Rp 200 triliun.

"Angka ini cukup fantastis mengingat dari periode 2017 hingga 2022, total transaksi judi online Rp 190 triliun. Itu artinya ada lonjakan luar biasa tinggi sejak memasuki 2023 ini," ujar Sayoga.

 

Fenomena tersebut semakin miris, karena judi online mulai marak di kalangan mahasiswa dan pelajar. Pada beberapa kasus, Sayoga menemukan mahasiswa yang terjerat pinjaman online juga menggadai aset orang tua demi bermain judi online.

Dari kasus tersebut, Sayoga menilai efeknya cukup panjang mulai dari kesulitan keuangan, putus kuliah, hingga terpaksa terapi ke psikiater karena kesehatan jiwanya terganggu. Dia melihat fenomena tersebut memang berakar dari hal yang sama yaitu urangnya literasi keuangan di masyarakat sehingga generasi muda banyak yang mudah terhasut iming iming kekayaan instan lewat judi online.

Judi online terus menjamur dan belum ada sanksi tegas lebih lanjut kepada perusahaan-perusahaannya. Bahkan, kalangan remaja sudah mulai banyak yang ikut-ikutan main judi online, seperti yang dikisahkan seorang pria di platform X.

Jadi keinget beberapa minggu lalu ngeliat bocah SMP main judi slot di depan warung gitu. Terus gue tanya, ‘Dek main apa itu?’, bocil menjawab, ‘Selot... Selot...’,” ungkap akun @christopher***, menceritakan pengalaman pribadinya, melihat langsung bocah SMP bermain judi online. 

Penasaran, ia bertanya darimana mereka tahu permainan tersebut. Dan mereka menjawab dari YouTube channel yang berisi konten Mobile Legend. Ini mengartikan, bahwa sebagian besar remaja mengetahui judi online dari endorse judi online yang ditampilkan konten kreator game.

Ia mengaku kasihan melihat anak-anak remaja yang jika dilihat dari sisi psikologis, mereka masih labil dan mudah terbawa arus. Pertama, anak-anak masih suka mengidolakan figur publik seperti streamers. Jadi apapun yang dilakukan idolanya, pasti ditiru tanpa pikir panjang. 

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement