Jumat 06 Oct 2023 03:52 WIB

Pemkab Kulonprogo Minta Petani Tunda Jual Bawang Merah, Ini Alasannya

Berbagai wilayah di Pulau Jawa sedang panen raya bawang merah.

Petani memanen bawang merah saat panen (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petani memanen bawang merah saat panen (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WATES - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta petani bawang merah di Bulak Srikayangan melakukan tunda jual sampai harga bawang merah membaik.

Seperti diketahui, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp 8,000 hingga Rp 10 ribu per kilogram.

Penjabat Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, saat ini berbagai wilayah di Pulau Jawa sedang panen raya bawang merah sehingga terjadi produksi melimpah dan menyebabkan harga bawang merah di tingkat petani anjlok.

"Kami minta petani melakukan tunda jual sampai harga lebih baik," kata Ni Made di sela-sela pelaksanaan wiwit panen raya bawang merah di Bulak Srikayangan.

Namun demikian, ia sangat mengapresiasi petani di Bulak Srikayangan yang memiliki semangat luar biasa dengan tetap melaksanakan budi daya bawang merah seluas 218 hektare dengan produktivitas 5,12 ton per hektare.

"Kami berharap kekompakan, persatuan, dan kesatuan dari kelompok tani di sini senantiasa terjaga, agar tujuan kita meningkatkan kesejahteraan petani dapat kita raih bersama-sama," kata dia.

Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana mengatakan saat ini, petani bawang merah sedang mbrambangi (menangis) karena harga jual bawang merah sedang rendah.

Ia mengatakan Pemda DIY mengupayakan adanya keseimbangan harga supaya tidak merugikan petani dan juga tidak memberatkan konsumen.

"Pola distribusi dan rantai jual beli harus dibenahi, sehingga petani dan konsumen sama-sama untuk. Jangan sampai, tengkulak yang diuntungkan," katanya.

Salah seorang petani bawang merah di Bulak Srikayangan Sumardi mengatakan saat ini, harga bawang merah di tingkat petani Rp 10 ribu per kg. Namun biaya produksi cukup tinggi.

Luasan 1.000 meter persegi dalam satu periode tanam membutuhkan biaya produksi Rp 14 juta hingga Rp 15 juta. Saat ini, hasil panen dengan luasan 1.000 meter persegi paling banyak satu ton.

"Kami rugi antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Tapi di sisi lain, kami harus menjual bawang merah saat panen karena modal kami pinjam dari bank secara tempo," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement