Senin 02 Oct 2023 19:26 WIB

Pertamina: Perusahaan BUMN Saling Melengkapi Wujudkan Transisi Energi

BUMN energi berkomitmen saling bersinergi dalam memenuhi target transisi energi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan BUMN energi komitmen memenuhi target transisi energi. (ilustrasi).
Foto: Dok. Pertamina
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan BUMN energi komitmen memenuhi target transisi energi. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan bahwa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor energi berkomitmen untuk saling bersinergi dalam memenuhi target transisi energi.

"Setiap perusahaan termasuk PLN dan Pertamina memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi, jadi tidak ada duplikasi atau redundant yang kita lakukan," ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Nicke menyampaikan, PLN maupun Pertamina memiliki kompetensi dan kapasitas masing-masing untuk memenuhi target transisi energi baik dari setiap sektor atau pun jenis industrinya.

Beberapa sinergi yang sudah dijalin antara Pertamina dan PLN di antaranya, pembangunan baterai electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik. Pertamina juga bekerja sama dengan Mining Industry Indonesia (MIND ID), BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, untuk membangun Indonesia Battery Coorporation.

"Kami akan membangun baterai dari hulu ke hilir dan kami akan berbagi peran sesuai dengan potensi dan scope masing-masing. Di hulu akan jadi fokus MIND ID dan Pertamina, kemudian di hilir ada PLN dan sedikit Pertamina," kata Nicke.

Menurut Nicke, sinergi antara perusahaan BUMN dapat mewujudkan peningkatan jumlah kendaraan listrik di Indonesia, karena adanya saling berbagi peran dan saling melengkapi.

Sementara itu, Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, kolaborasi antara PLN dan Pertamina memiliki potensi yang sangat besar untuk transisi energi. Menurut Darmawan, belanja modal atau operational expenditure (OpEx) untuk carbon capture storage (CCS) bisa mencapai 4 miliar dolar AS per tahun, bahkan diprediksi mendekati 6 miliar dolar AS apabila 60 persen pembangkit dipasang dengan CCS.

"Ini bisa jadi sinergi kolaborasi antara BUMN dengan internasional investor. Dengan adanya inovasi ini, ide-ide besar ini masih membutuhkan payung hukum secara end to end," kata Darmawan.

Darmawan menyampaikan bahwa PLN juga bekerja sama dengan Pertamina Geothermal Energy untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selain itu, PLN bersama Perhutani berkolaborasi untuk penyediaan biomassa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement