Senin 02 Oct 2023 10:17 WIB

Dirjen Migas Pastikan Harga Pertalite tak Naik Meski Minyak Dunia Mahal

Pemerintah masih punya buffer untuk memitigasi kenaikan harga minyak mentah.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan terkait kenaikan harga minyak mentah dan pengaruhnya pada harga jual BBM, Senin (2/10/2023).
Foto: Republika/ Intan Pratiwi
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan terkait kenaikan harga minyak mentah dan pengaruhnya pada harga jual BBM, Senin (2/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji memastikan pemerintah tidak akan menaikan harga Pertalite di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kata dia, fluktuasi harga minyak mentah memang akan terjadi, namun pemerintah masih ada buffer untuk memitigasi kenaikan ini.

"Oh enggak akan ngaruh ke harga Pertalite kok," kata Tutuka di Kementerian ESDM, Senin (2/9/2023).

Namun, Tutuka tak menampik gap harga antara BBM non subsidi, pertamax cs dengan Pertalite makin lebar. Selisih Rp 4.000 per liter membuat potensi shifting terbuka lebar.

"Kalo kemungkinan shifting pasti ada, tapi jumlahnya kan saya kira tidak banyak, tapi kemungkinan sih pasti ada," kata Tutuka. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per Ahad (1/10/2023). Dalam lama resmi Pertamina, harga BBM jenis Pertamax kini sebesar Rp 14 ribu per liter atau naik Rp 700 dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13.300.

Pantauan Republika, rata rata harga minyak dunia mengalami kenaikan. Sepanjang September 2023 harga minyak mentah WTI berhasil melonjak 8,56 persen, dan harga minyak mentah brent naik 9,73 persen. Saat ini harga minyak berada di level 90-94 dolar AS per barel sejak bulan Agustus kemarin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement