Senin 25 Sep 2023 16:30 WIB

Kepala NFA: Kami Konsisten Jalankan Gerakan Selamatkan Pangan

FAO mencatat 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Petugas membersihkan sisa makanan di Jatake, Kota Tangerang, Banten, Ahad (1/9/2019). FAO mencatat 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya.
Foto: Antara/Fauzan
Petugas membersihkan sisa makanan di Jatake, Kota Tangerang, Banten, Ahad (1/9/2019). FAO mencatat 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menaruh perhatian besar terhadap food rescue atau penyelamatan pangan. Hal ini bertujuan agar tidak banyak makanan yang terbuang dan tak termakan.

Ini disampaikan Kepala NFA dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas 'Peta Jalan Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan, di Jakarta, Senin (25/9/2023).

Baca Juga

"Food rescue sangat penting untuk konsisten kita terapkan bersama. Terlebih data dari FAO (Food And Agriculture Organization) menyatakan sepertiga dari pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya. Dalam hal ini, NFA telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan Menuju Zero Waste to End Hunger," papar Arief.

Dijelaskannya sejak 2022, NFA telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan dengan pilot project menyasar di wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). NFA memfasilitasi aksi penyelamatan pangan melalui penyediaan mobil logistik dan food truck, serta upaya kolaboratif dengan para donatur pangan dan penggiat Selamatkan Pangan.  

 

"Sampai 25 September, jumlah pangan yang telah berhasil diselamatkan tercatat 52.785,68 Kg. Ini berasal dari ritel, hotel, katering, industri pangan, toko kue, dan roti yang masih layak dan aman dikonsumsi. Selanjutnya NFA bersama lembaga penggiat Selamatkan Pangan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini konsisten terus kami jalankan," jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief menekankan upaya penanganan urusan pangan memerlukan komitmen dan kolaborasi dengan banyak pihak. "Kolaborasi adalah kunci utama, karena menyelesaikan masalah pangan sangat memerlukan komitmen bersama dengan mengusung semangat gotong royong. NFA senantiasa bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta melibatkan BUMN, Satgas Pangan, swasta, asosiasi, civitas akademika, dan para pakar ahli untuk mewujudkan Gerakan Selamatkan Pangan," beber Arief.

Terkait isu kehilangan dan pemborosan makanan atau Food Loss and Waste (FLW), Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengutarakan pernah memaparkan 3 langkah dalam menjaga ketahanan pangan, yaitu Better Nutrition, Better Behavior, dan Better Collaboration. Langkah '3 Betters' dipaparkannya dalam forum Leadership Dialog pada United Nations Food System Summit (UNFSS) +2 Stocktaking Movement di Roma, Italia 26 Juli 2023 lalu. 

"NFA pernah mengusung '3 Betters' ke forum internasional. Ini merupakan pencapaian Indonesia dalam mewujudkan investasi pada pangan sehat generasi muda. Kami juga terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan Stop Boros Pangan serta Belanja Bijak. Ini dapat mengurangi food loss and waste, stabilisasi harga pangan, dan menumbuhkan toleransi kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," ungkap Arief.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement