Kamis 21 Sep 2023 16:33 WIB

Dubes: Indonesia Pasar Investasi Menarik bagi Perusahaan UEA

Dubes menyebut UEA adalah mitra investasi yang dapat Indonesia andalkan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uni Emirat Arab untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uni Emirat Arab untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar UEA untuk Indonesia and ASEAN Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan Indonesia dan negara Asia Tenggara (ASEAN) lain merupakan sebagai pasar investasi yang menarik bagi sektor publik dan swasta UEA. Abdulla menilai Forum Ekonomi Indonesia-UEA dapat menjadi jembatan dalam mendorong kesepakatan berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara. 

Abdulla menyebut forum ini memiliki peran dalam meningkatkan hubungan ekonomi dan investasi antara sektor publik dan swasta di UEA, Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Abdulla mengatakan hubungan UEA dan Indonesia yang telah meningkat menjadi kemitraan strategis berkat hubungan yang erat antara para pemimpin kedua negara.

Baca Juga

"Kunjungan Presiden UEA Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia pada Juli 2019 merupakan titik balik dan tonggak sejarah dalam jalur hubungan bilateral UEA-Indonesia," ujar Abdulla dalam acara Forum Ekonomi Indonesia-UEA di, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Dia menyampaikan kunjungan bersejarah ini membuka lebih banyak komunikasi di tingkat tertinggi, dan diikuti dengan pertukaran kunjungan tingkat tinggi termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke UEA dalam beberapa tahun terakhir. Abdulla menyampaikan hubungan kerja sama Indonesia dan UEA terus berkembang dan tak hanya mendasar pada sektor-sektor tradisional seperti minyak, gas, penerbangan, dan pelabuhan, melainkan merambah ke bidang baru seperti energi terbarukan, manufaktur militer, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, mangrove, pendidikan digital, pariwisata, ekonomi kreatif, dan urusan keagamaan. 

"Seperti disebutkan sebelumnya, forum ini adalah pertemuan yang tepat waktu dan penting. Secara bilateral, forum ini diadakan tiga pekan setelah berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) UEA-Indonesia pada 1 September 2023," ucap Abdulla.

Abdulla menyampaikan CEPA merupakan langkah maju yang menjanjikan untuk mewujudkan era baru kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. CEPA UEA-Indonesia menghapus atau mengurangi tarif terhadap sejumlah besar barang, dan menghilangkan hambatan perdagangan yang tidak perlu.

"Selain itu, CEPA menetapkan jalur investasi pada sektor-sektor prioritas seperti logistik, energi, produksi pangan, tekfin, e-commerce, serta perjalanan dan pariwisata," lanjut Abdulla. 

Pada multilateralisme regional, sambung Abdulla, forum ini hadir pasca-Pertemuan Komite Kerjasama Sektoral Bersama ASEAN-UEA (AUAE-JSCC) Pertama pada 7 Juni 2023. Pertemuan ini meresmikan Kemitraan Dialog Sektoral ASEAN-UEA, dan sepakat untuk mengembangkan daftar bidang kerja sama praktis antara ASEAN dan UEA yang akan menjadi panduan praktis untuk melaksanakan kemitraan dialog sektoral.

"Kita perlu memanfaatkan perkembangan positif ini dengan mengupayakan perdagangan dua arah yang seimbang dan pertukaran investasi timbal balik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor swasta," ujar dia. 

UEA, ucap Abdulla, memberikan banyak potensi dan peluang investasi yang terdiversifikasi. UEA adalah mitra investasi yang dapat diandalkan sebagai pusat global untuk logistik, transportasi, teknologi ramah lingkungan, bisnis, perdagangan, dan pariwisata.

Abdulla menjelaskan UEA mengadopsi strategi ekonomi yang mendorong diversifikasi ekonomi dan mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan. Untuk menjadi ibu kota global bagi investasi dan inovasi ekonomi, UEA telah berupaya memperkuat kemitraan internasional dengan menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan negara-negara dengan perekonomian yang dinamis seperti India dan Indonesia.

"Selain itu, UEA bergerak cepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perekonomiannya serta menjajaki peluang baru," lanjut Abdulla.

Abdulla berharap forum ekonomi ini memberikan kontribusi positif dalam mendorong investasi bilateral dan multilateral antara UEA dan mitranya di Indonesia dan kawasan ASEAN. Pertemuan ini merupakan platform yang tepat untuk menunjukkan tantangan dan cara mengatasinya, serta merumuskan masukan mengenai strategi peningkatan investasi bersama UEA-Indonesia.

"Selain itu, kami berharap Anda dapat memanfaatkan platform ini untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang saling melengkapi guna mendukung rencana ekonomi masing-masing kedua negara," kata Abdulla. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement