Kamis 14 Sep 2023 19:45 WIB

Pertamina Transplantasi Karang Jaga Ekosistem Laut Banyuwangi

Hingga saat ini luas penanaman transplantasi karang mencapai sekitar 15 hektare.

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara melakukan transplantasi karang. (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara melakukan transplantasi karang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara melakukan transplantasi karang untuk melestarikan ekosistem bawah laut di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yang berbatasan dengan Selat Bali.

"Hingga saat ini luas penanaman transplantasi karang sudah mencapai sekitar 15 hektare," kata Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di sela program transplantasi karang di Banyuwangi, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga

Sekitar 14 rumpon transplantasi karang ditanam bersama dengan warga sekitar, dan sejumlah awak media di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT di Pantai Bangsring, Banyuwangi, yang menghadap langsung perairan Selat Bali.

 

BUMN bidang minyak dan gas itu melakukan transplantasi karang di perairan itu sejak akhir 2019. Ahad menjelaskan transplantasi karang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial bidang lingkungan, selain bidang lain yakni pemberdayaan masyarakat, kesehatan, dan pendidikan.

Dia menuturkan transplantasi karang dilakukan dengan menggandeng para nelayan yang sebelumnya melakukan cara penangkapan ikan tidak ramah lingkungan sehingga memberi dampak kerusakan terhadap ekosistem bawah laut.

"Sebelum mengenalkan program konservasi ini, mereka menggunakan cara yang merusak seperti menggunakan potas yang merusak terumbu karang padahal itu ekosistem bagi ikan," ujarnya.

Saat ini, para pegiat pelestarian terumbu karang di wilayah itu sebagian besar merupakan para nelayan, pelaku wisata, dan warga.

Selain menumbuhkan kembali ekosistem bawah laut, terumbu karang yang berhasil dikonservasi juga menjadi daya tarik wisata bahari.

 

Sementara itu, kegiatan penanaman terumbu karang atau transplantasi karang mendapat apresiasi dari pelaku pariwisata di pantai tersebut yakni kalangan pemandu wisata bahari, Samsul Arifin. Dia mengatakan pertumbuhan terumbu karang akan mendukung ekosistem bawah laut seperti ikan yang menjadi khas di perairan Selat Bali itu di antaranya ikan kuwe gerong atau giant trevally atau GT, barakuda hingga ikan hiu.

"Kalau karang berkembang banyak, ikan juga tambah banyak karena mereka bertelur di karang. Buktinya sekarang terbukti banyak ikan," ucap pemandu snorkling itu.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement