Sabtu 09 Sep 2023 21:28 WIB

Jokowi Ajak Kolaborasi Antarnegara Hadapi Tantangan Global

Semua negara harus menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan global.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Presiden Jokowi saat membuka KTT ke-26 ASEAN-China di JCC, Rabu (6/9/2023).
Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers
Presiden Jokowi saat membuka KTT ke-26 ASEAN-China di JCC, Rabu (6/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa tantangan global yang sangat rumit pada saat ini harus dihadapi dengan kolaborasi dan kerja sama antarnegara. Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin pertemuan MIKTA Leaders' Gathering I yang diselenggarakan di Bharat Mandapam, IECC, Pragati Maidan, New Delhi, India, Sabtu (9/9/2023).

“Kita paham, tantangan global saat ini sangat kompleks dan untuk jawab tantangan tersebut, kolaborasi dan kerja sama adalah jawabannya,” ucap Jokowi, dikutip dari siaran pers Istana.

Baca Juga

Karena itu, Jokowi menyebut bahwa semua negara harus menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan global termasuk negara-negara anggota MIKTA.

“MIKTA harus memastikan dipenuhinya hak pembangunan seluruh negara termasuk global south, untuk melakukan hilirisasi industri dan menjadi bagian rantai pasok global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa negara MIKTA juga harus terus mendukung pemulihan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital seperti halnya yang sudah dilakukan oleh ASEAN.

“Saat ini, ASEAN telah memiliki Digital Economic Framework Agreement (DEFA) yang dapat melipatgandakan ekonomi digital hingga 2 triliun dolar AS di 2030,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi juga mengajak negara-negara anggota MIKTA untuk mendorong reformasi tata kelola global yang dapat mengakomodir suara dan kebutuhan negara berkembang.

“Dan harus sesuai dengan tujuan dan zamannya,” sambungnya.

Karena itu, Jokowi mengajak seluruh pemimpin negara anggota MIKTA untuk memperkuat kerja sama dan sinergi guna mewujudkan dunia yang lebih baik lagi. “Mari kita terus perkuat sinergi kita, untuk mewujudkan dunia yang lebih baik bagi semua,” kata Jokowi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement