Rabu 06 Sep 2023 07:56 WIB

Presiden Sebut KTT ASEAN Jadi Momentum Meningkatkan Perdagangan, BNI Siap Jalin Kerja Sama

KTT ASEAN diharapkan menjadi landasan meningkatkan kesetaraan hubungan perdagangan.

Presiden Joko Widodo berharap KTT ASEAN ke-43 dapat dijadikan tempat kerja sama bagi seluruh negara dalam kawasan ASEAN.
Foto: BNI
Presiden Joko Widodo berharap KTT ASEAN ke-43 dapat dijadikan tempat kerja sama bagi seluruh negara dalam kawasan ASEAN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo berharap KTT ASEAN ke-43 dapat dijadikan tempat kerja sama bagi seluruh negara dalam kawasan ASEAN. Perusahaan milik negara pun diharapkan dapat memanfaatkan KTT ASEAN untuk meningkatkan kesetaraan dalam hubungan perdagangan.

"Jadikanlah kapal ASEAN ini sebagai ladang untuk membangun kerja sama, menciptakan kemakmuran, stabilitas, dan perdamaian," ungkap Presiden Jokowi.

Baca Juga

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, arahan Presiden Jokowi sangat jelas, bahwa KTT ASEAN diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kesetaraan dalam hubungan perdagangan.

Menurut Erick, tidak mungkin perdagangan berlangsung merugikan satu sama lain. Seluruh pihak harus memastikan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama untuk rakyat dan negaranya masing-masing.

 

"Tentu saja, Indonesia mendorong kesetaraan karena kita ingin menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan kesejahteraan rakyat terjaga," kata Erick.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Royke Tumilaar mengatakan, sebagai bank milik negara, perseroan akan proaktif dalam mempresentasikan visi, pencapaian, dan rencana sebagai bank global asal Indonesia. "Kami yakin dapat menjalin kerja sama yang positif dengan banyak mitra potensial dari negara-negara Kawasan ASEAN," ungkap Royke.

Di Asia, BNI kini telah memiliki cabang di Singapura, Hongkong, Tokyo, dan Seoul yang mencakup bisnis di negara-negara Kawasan ASEAN. BNI juga memiliki internasional desk yang akan menjadi penghubung bagi banyak perusahaan besar yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"Tentunya, semua solusi perbankan yang BNI miliki saat ini sudah dalam kondisi yang siap. Dari sisi investment banking kami memiliki program pendampingan yang mampu memberikan rekomendasi terbaik bagi para investor khususnya dari negara Kawasan ASEAN,” ujar Royke, dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) menjadi inisiatif Indonesia sebagai ketua ASEAN 2023 sebagai platform bagi perusahaan dari ASEAN dan mitra di kawasan Indo-Pasifik untuk berdiskusi dan menghasilkan kerja sama bisnis yang inklusif, kolaboratif, dan konkret.

Dalam ajang AIPF 2023, BNI akan mempresentasikan beberapa visi, pencapaian, dan rencana BNI sebagai Bank Global. BNI adalah bank milik negara yang masuk ke dalam daftar 2.000 perusahaan terbaik di dunia versi Forbes tahun 2023.

BNI saat ini memiliki kekuatan tenaga kerja mencapai lebih dari 27.000 karyawan, serta jaringan outlet global di tujuh negara di Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, London, Seoul, hingga Amsterdam.

BNI juga menjadi pemain utama sebagai BUMN yang Go Gobal melalui Indonesia Incorporated. BNI, dengan kemampuan di sektor layanan jasa keuangan, proaktif memfasilitasi berbagai program business matching, investment center activities, dan financial services support.

“Kami juga showcasing solusi digital khususnya dalam membantu diaspora melalui produk BNIXpora dan BNI Direct sebagai solusi cash management bagi para pelaku usaha,” ujar Royke. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement