Selasa 05 Sep 2023 11:00 WIB

BUMN Bakal Pamerkan Terobosan KEK Kesehatan Bali di AIPF

KEK Sanur, Bali adalah KEK Kesehatan pertama di Indonesia.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau progres pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (6/7/2023).
Foto: dok. Republika
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau progres pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (6/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF) yang akan berlangsung pada hari ini memberikan kesempatan bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengenalkan sejumlah terobosan. Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan BUMN siap menjalin berbagai bentuk kerja sama strategis tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional.

"BUMN berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi kreatif di Indonesia yang diyakini menjadi salah satu pilar perekonomian di masa depan. Hal ini selaras dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir agar BUMN tidak menjadi menara gading," ujar Tiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Baca Juga

Salah satu terobosan yang akan disampaikan dalam AIPF ialah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali yang menjadi KEK Kesehatan pertama di Indonesia. Tiko menyebut KEK ini sejalan dengan perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada banyaknya masyarakat Indonesia yang ke luar negeri untuk berobat, baik itu Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat dan negara lainnya.

Pemerintah, lanjut Tiko, masyarakat Indonesia tidak lagi pergi ke luar negeri untuk mendapat pelayanan kesehatan dan akanmenggunakan fasilitas kesehatan dari KEK Sanur. Tidak hanya itu, KEK Sanur ini juga dapat menarik wisatawan asing yang ingin mendapat wisata kesehatan di Bali.

 

"Melalui KEK Kesehatan Sanur Bali ini, Kementerian BUMN melalui PT Pertamina Bina Medika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku Holding RS BUMN membangun rumah sakit bertaraf Internasional dengan nama Bali International Hospital (BIH)," ucap Tiko.

Tiko menjelaskan rumah Sakit ini dilengkapi dengan teknologi yang canggih dan memiliki pusat keunggulan disingkat CONGO (Cardiology, Oncology, Neurology, Gastro, Orthopedy), ditambah dengan layanan Medical Check Up (MCU) dan diagnostic center yang memadai. BIH berkolaborasi dengan Mayo Clinic dari Amerika yang merupakan industri kesehatan terbaik dunia untuk memberikan kualitas layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Tiko berharap keberadaan Rumah Sakit Internasional Bali tidak hanya menambah wisatawan, melainkan juga pilihan wisata yang menjadi bagian dari strategi besar BUMN dalam mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di sekitar kawasan.

"BIH sebagai tenant utama KEK Sanur, bertujuan memberikan layanan medis terbaik dari sisi dokter spesialis, peralatan & technology, dan pengobatan. Untuk mewujudkannya kita membutuhkan SDM andal dan berkompeten baik, di BIH maupun kawasan KEK Sanur," lanjut Tiko.

Sejalan dengan pemerintah, ucap Tiko, Kementerian BUMN melalui InJourney Group menggagas dan mengeksekusi pemanfaatan aset BUMN yang sebelumnya belum optimal untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan yang memberikan nilai tambah dan memberikan warna baru. Ke depan, KEK Sanur akan dikembangkan sebagai International Medical & Wellness Destination yang mengusung konsep The Harmony of Science & Tradition dengan menghadirkan rumah sakit kelas internasional yang akan dioperasikan oleh PBM IHC.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement