Selasa 29 Aug 2023 21:23 WIB

Kementan Gandeng Polri untuk Data Penggilingan Padi Nasional

Tahun 2020, jumlah penggilingan padi di Indonesia mencapai 169.788 unit.

Pekerja menjemur gabah di sebuah tempat penggilingan padi (ilustrasi).
Foto: Antara/Irwansyah Putra
Pekerja menjemur gabah di sebuah tempat penggilingan padi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan Mabes Polri mempererat kerja sama pendataan penggilingan padi dan stok beras nasional sebagai upaya bersama menghadapi tantangan dan krisis global.

“Saya mohon kepada seluruh jajaran Kementan untuk memperkuat kolaborasinya dengan jajaran Polri karena yang kita hadapi ini adalah El Nino dan krisis lainnya," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Baca Juga

Berdasarkan hasil survei BPS tahun 2020, jumlah penggilingan padi di Indonesia mencapai 169.788 unit. Secara rinci, penggilingan berskala kecil sebanyak 161.400 unit, penggilingan skala menengah 7.332 unit dan penggilingan berskala besar sebanyak 1.056 unit.

Mentan mengatakan sejauh ini pihaknya sudah membagi wilayah dengan 3 zona. Pembagian zona terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino atau musim kering panjang yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.

Zona pertama adalah zona merah yang berstatus defisit, zona kedua adalah zona kuning yang memiliki sumber air cukup dan terakhir zona hijau yang memiliki air melimpah atau dalam kata lain zona yang harus di booster (diperkuat).

"Saya sudah membagi wilayah dengan zona. Dari 38 provinsi katakan lah yang merah, Papua, Bali dan Banten. Tapi yang lain kan banyak yang kuning dan sebagian lainnya banyak yang hijau, itulah yang kita booster," katanya.

Berikutnya kata Mentan, pemerintah sudah memiliki skema bernilai ekonomi bagi para petani yang ingin mengembangkan usaha tani. Skema tersebut adalah skema kredit KUR yang bisa diakses semua orang dalam memperkuat modal usaha. Berdasarkan catatannya, penggunaan KUR sangat membantu karena memiliki bunga rendah.

"Oleh karena itu dengan satgas saya berharap kita naik kelas. Caranya kita pakai KUR sebagai akses modal petani. Dan dari apa yang kami gunakan selama ini yang macet itu hanya 0,03, jadi sebenarnya sudah oke kita pakai KUR. Sama halnya dengan penggilingan kita pakai KUR saja pak," tuturnya.

Adapun Kementerian Pertanian tengah mengerjakan realisasi penanaman padi di 6 Provinsi dengan luas lahan mencapai 500 ribu hektare. Di antaranya di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Termasuk daerah pendukung lainya seperti Lampung.

Ketua Satgas Pangan Mabes Polri, Brigjen Whisnu Hermawan menegaskan siap membantu tugas pemerintah dengan memberikan dukungan penuh terhadap jalannya program Kementan. Dukungan tersebut diantaranya adalah mengamankan stok beras melalui pendataan penggilingan padi di seluruh Indonesia hingga distribusi.

"Saya berharap teman-teman di kepolisian membantu pendataan penggilingan ini sebagai pusat informasi pemerintah agar data yang dimiliki tidak salah. Terutama teman-teman di Polres untuk mengecek penggilingan sampai pada distribusinya," jelasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement