Sabtu 26 Aug 2023 10:56 WIB

BlackBerry Mau Dijual, Ini Calon Pembelinya

BlackBerry menghentikan bisnis ponsel pintarnya pada tahun lalu.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
BlackBerry Tour. Perusahaan ekuitas swasta Veritas Capital telah mengajukan penawaran untuk membeli perusahaan teknologi Kanada, BlackBerry Ltd.
Foto: crackberry
BlackBerry Tour. Perusahaan ekuitas swasta Veritas Capital telah mengajukan penawaran untuk membeli perusahaan teknologi Kanada, BlackBerry Ltd.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ekuitas swasta Veritas Capital telah mengajukan penawaran untuk membeli perusahaan teknologi Kanada, BlackBerry Ltd. Kabar tersebut mendapat sentimen positif dari pasar dan membuat saham BlackBerry naik sekitar 17 persen dan memberikan perusahaan tersebut kapitalisasi pasar sebesar 3,1 miliar dolar AS.

Berdasarkan laporan dari Reuters, Veritas telah mengajukan penawaran untuk seluruh perusahaan. Namun, BlackBerry juga sedang dalam pembicaraan dengan pembeli potensial lainnya.

Baca Juga

BlackBerry sendiri mempertimbangkan sejumlah opsi strategis untuk portofolio bisnisnya yang dapat mencakup kemungkinan pemisahan satu atau lebih bisnisnya. Berdiri sejak 1984, perusahaan ini saat ini membuat perangkat lunak untuk mobil dan keamanan siber. Ponsel ini menjadi populer karena kehadiran ponsel pintar bisnisnya, yang disukai oleh para eksekutif, politisi, dan banyak penggemarnya di awal 2000-an.

Namun, BlackBerry menghentikan bisnis ponsel pintarnya tahun lalu dan sejak itu mencoba menjual paten warisannya yang terkait dengan perangkat selulernya. Pada Mei, BlackBerry mengatakan akan melanjutkan penjualan paten terkait perangkat selulernya yang diumumkan sebelumnya kepada Malikie Innovations Limited hingga 900 juta dolar AS. Kesepakatan sebelumnya untuk menjual paten tersebut ke Catapult IP Innovations Inc seharga 600 juta dolar AS gagal karena penyelesaiannya memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Pada 2016, BlackBerry mengatakan tidak akan lagi memproduksi pnsel klasiknya. Sejak itu, perusahaan tersebut berusaha mengubah dirinya menjadi penyedia perangkat lunak kelas atas.

BlackBerry mengoperasikan dua bisnis utama, pertama, berfokus pada perangkat lunak keamanan siber, sementara yang lainnya membuat produk Internet-of-Things. Veritas Capital sendiri merupakan investor teknologi yang berinvestasi di perusahaan yang menyediakan alat dan layanan yang berfokus pada pemerintah.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement