Rabu 23 Aug 2023 16:31 WIB

Pengguna Sebut Konversi Motor Listrik Bikin Motor Jadi Panjang Umur 

Via konversi ke listrik, pemilik bisa menentukan spek khusus motornya.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Teknisi memeriksa komponen sepeda motor bbm yang dikonversi menjadi sepeda motor listrik di bengkel Bacip Moto Shop, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/7/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Teknisi memeriksa komponen sepeda motor bbm yang dikonversi menjadi sepeda motor listrik di bengkel Bacip Moto Shop, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah masih terus mengajak masyarakat untuk mengikuti program konversi motor listrik (molis) menjadi bertenaga listrik. Adapun salah satu manfaatnya, yakni pengguna dapat lebih menghemat pengeluaran serta usia motor yang jadi lebih panjang. 

Ketua Komunitas Sepeda dan Motor Listrik atau Kosmik Indonesia Dermawan menyatakan, salah satu keunggulan konversi listrik adalah pemilik bisa menentukan spek kualitas terbaik yang diinginkan dan memperpanjang umur motor kesayangan. "Kalau konversi kita bisa menentukan spek khusus motor kita, kalau dari pabrikan kita enggak bisa. Motor kesayangan kita juga bisa lebih panjang usianya," ujar Dermawan seperti dikutip dari keterangan tertulis PLN, Rabu (23/8/2023). 

Baca Juga

Selain itu, Erwan salah seorang pengguna kendaraan listrik menjelaskan dirinya sudah sejak lama menggunakan motor listrik sebagai transportasi utama. Erwan mengakui sejak menggunakan motor listrik, biaya yang dikeluarkannya jauh lebih hemat dengan perawatan yang juga lebih gampang.

"Motor listrik lebih nyaman digunakan, perawatan lebih gampang, lebih irit, dan enggak perlu ke SPBU kalau mau isi bahan bakar. Satu kali isi daya bisa menempuh jarak 50 km dan itu sangatlah cukup untuk dipakai sehari-hari, belum pernah saya menggunakan molis habis daya di jalan," ujar Erwan.

 

Pihaknya mengatakan, PT PLN (Persero) sebagai produsen listrik juga yang telah menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik andal. Dengan begitu Erwan dan para pengguna kendaraan listrik (motor listrik) lain bisa mengisi daya dengan mudah.

Sebagai informasi, jumlah kendaraan motor BBM di Indonesia saat ini ditaksir mencapai 120 juta kendaraan, dengan tren pertumbuhan antara 5-6 persen per tahun. 

Oleh sebab itu, pemerintah memandang, konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) merupakan langkah yang strategis.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement