Jumat 18 Aug 2023 17:48 WIB

IHSG Ditutup Melemah Seiring Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Indeks LQ45 turun 7,20 poin atau 0,75 persen ke posisi 956,71.

Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah, turun 0,25 persen atau 17,03 poin ke level 6.880 pada penutupan perdagangan Jumat (10/2/2023) sore ini.
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah, turun 0,25 persen atau 17,03 poin ke level 6.880 pada penutupan perdagangan Jumat (10/2/2023) sore ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring adanya potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dalam pertemuannya mendatang.

IHSG ditutup melemah 40,63 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.859,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,20 poin atau 0,75 persen ke posisi 956,71.

"Pergerakan IHSG mengikuti bursa global yang sedang mendapat sentimen negatif terutama dari potensi kenaikan suku bunga AS dan perlambatan ekonomi China," ujar Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Risalah pertemuan kebijakan moneter The Fed pada Kamis waktu Indonesia (17/08), menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan terus memprioritaskan pertempuran melawan inflasi, yang mana menambah ketidakpastian di kalangan investor terhadap prospek suku bunga acuan The Fed.

Selain itu, Morgan Stanley memangkas ramalan terhadap pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini, menyusul serentetan data perlambatan ekonomi negara tersebut dan kekhawatiran atas sektor properti.

Morgan Stanley melihat produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,7 persen pada tahun ini, atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5 persen, serta menurunkan perkiraan PDB China tahun 2024 menjadi 4,2 persen dari semula 4,5 persen.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat di mana sektor energi paling tinggi yaitu 0,39 persen, diikuti sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,07 persen. Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor industri turun paling dalam yaitu minus 1,36 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik dan barang konsumen non primer yang masing-masing minus 1,06 persen dan minus 0,94 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HUMI, BPTR, ERTX, SOCI, dan SGER. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni VTNY, TRON, PPRI, JAWA, dan AWAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.090.848 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,47 miliar lembar saham senilai Rp 11,32 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 327 saham menurun, dan 222 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 175,19 poin atau 0,55 persen ke 31.450,80, indeks Hang Seng melemah 375,78 poin atau 2,05 persen ke 17.950,85, indeks Shanghai melemah 31,79 poin atau 1,00 persen ke 3.131,95, dan indeks Strait Times melemah 22,82 poin atau 0,71 persen ke 3.173,93.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement