Ahad 13 Aug 2023 21:40 WIB

Catatkan Pendapatan Terbesar, MIND ID Masuk Peringkat 7 Fortune Indonesia 100

MIND ID berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi operasional pertambangan

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berhasil naik peringkat dalam daftar terbaru 100 perusahaan terbesar di Indonesia atau Fortune Indonesia 100. MIND ID menduduki ranking 7 (tahun 2023 kinerja 2022) dari yang sebelumnya berada di ranking 10 (tahun 2022 kinerja 2021).
Foto: dok MIND ID
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berhasil naik peringkat dalam daftar terbaru 100 perusahaan terbesar di Indonesia atau Fortune Indonesia 100. MIND ID menduduki ranking 7 (tahun 2023 kinerja 2022) dari yang sebelumnya berada di ranking 10 (tahun 2022 kinerja 2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berhasil naik peringkat dalam daftar terbaru 100 perusahaan terbesar di Indonesia atau Fortune Indonesia 100. MIND ID menduduki ranking 7 (tahun 2023 kinerja 2022) dari yang sebelumnya berada di ranking 10 (tahun 2022 kinerja 2021).

Meningkatnya pencapaian MIND ID tentu tidak lepas dari peran seluruh anggota Grup MIND ID. Masing-masing Anggota MIND ID terus memberikan performance terbaiknya.

"MIND ID terus berkomitmen untuk mendukung dan mengakselerasi proyek strategis guna memberi nilai tambah untuk Indonesia melalui program Hilirisasi," kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso.

Hendi mengatakan, MIND ID akan terus berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi operasional pertambangan yang sesuai dengan prinsip good mining practice. Selain itu, MIND ID juga akan memberdayakan masyarakat lingkar tambang dengan program circular economy untuk mewujudkan sustainability mining.

Kolaborasi dan efisiensi yang dijalankan para Anggota MIND ID yang selama ini berjalan baik pun dapat membuat MIND ID naik 3 peringkat dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini akan terus ditingkatkan oleh MIND ID.

Sementara itu, pencapaian MIND ID juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Menurut Erick, capaian tersebut merupakan apresiasi atas keberhasilan transformasi BUMN yang terus bergerak ke arah yang lebih baik.

"Ini sesuai dengan komitmen awal kita, BUMN harus sehat, hal ini terbukti dengan laporan Fortune Indonesia 100, harapannya tentu BUMN bisa mengoptimalkan pertumbuhan untuk program-program kerakyatan, termasuk membuka lapangan kerja," ujarnya.

MIND ID yang berhasil memiliki pendapatan Rp 126 triliun pada 2022 pun berhasil masuk ke dalam daftar tersebut. Pada tahun yang sama, MIND ID juga memiliki total aset hingga Rp 229,3 triliun, laba bersih mencapai Rp 22,5 triliun, dan EBITDA mencapai Rp 36,7 triliun.

Selain dari segi keuangan, MIND ID juga membuktikan pencapaiannya dalam environmental, social, and governance (ESG), antara lain pada 2022, MIND ID melakukan reklamasi >6.300 Ha, penanaman pohon >6 juta pohon, UMK Binaan aktif saat ini >10.000 UMK, dan skor GCG mencapai 95,79. Serta MIND ID pun mendapat penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dari KLHK Republik Indonesia berupa 4 Emas, 7 Hijau, dan 11 Biru.

Adapun dari 18 BUMN yang masuk dalam 100 perusahaan terbesar di Indonesia, hampir separuh dari total pendapatan Fortune Indonesia 100 berasal dari BUMN. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja keras direksi, komisaris, dan seluruh insan BUMN membawa hasil yang positif bagi kinerja BUMN.

Pertumbuhan yang signifikan bagi BUMN ini tak lepas dari sejumlah langkah transformasi, baik dari sisi perubahan model bisnis, holdingisasi, hingga inovasi. Hal ini membuat BUMN dapat semakin berkontribusi terhadap negara dan masyarakat dengan mengoptimalkan pertumbuhan untuk program-program kerakyatan, termasuk membuka lapangan kerja.

Sementara itu, Editor-in-Chief Fortune Indonesia Hendra Soeprajitno mengatakan, mayoritas daftar Fortune Indonesia 100 berasal dari perusahaan energi dan batu bara. Masing-masing perusahaan secara bersama-sama mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang masa.

"Standar untuk masuk dalam Fortune Indonesia 100 kian meningkat dari masa ke masa. Hal ini seiring pulihnya perekonomian Indonesia yang diikuti dengan membaiknya kinerja para perusahaan yang ada di dalamnya," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement