Jumat 04 Aug 2023 05:00 WIB

Masuk Periode Agustus, Kawasan Ciayumajakuning Semakin Kering

Hal itu menyusul rendahnya curah hujan mulai dasarian I Agustus ini.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi kondisi sawah yang kekeringan.
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Ilustrasi kondisi sawah yang kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Memasuki Agustus, Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) diperkirakan akan semakin kering. Hal itu menyusul rendahnya curah hujan mulai dasarian I Agustus ini.

Berdasarkan Informasi Prakiraan Hujan Dasarian I Agustus 2023 yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seluruh daerah di Wilayah Ciayumajakuning menunjukkan warna coklat pekat. Itu berarti, perkiraan curah hujannya mencapai 0–10 mm per das.

Baca Juga

"Kategori hujannya rendah," ujar Plt Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahmad Faa Izyn, Kamis (3/8/2023).

Dengan perkiraan curah hujan yang rendah, pria yang biasa disapa Faiz itu mengakui bahwa seluruh daerah di Wilayah Ciayumajakuning pada dasarian I Agustus ini diperkirakan semakin kering.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga terhadap potensi terjadinya kekeringan lahan. Kewaspadaan juga harus dilakukan untuk menghadapi potensi kekurangan air bersih.

Musim kemarau tahun ini pun diwarnai dengan fenomena el nino yang berbarengan dengan Indian Ocean Dipole (IOD). Kedua fenomena itu bisa menyebabkan kondisi iklim lebih kering dibanding beberapa tahun lalu.

Masyarakat pun diimbau untuk mengkonsumi air putih yang cukup guna mencegah dehidrasi. Saat beraktivitas di luar ruangan, maka gunakan pakaian yang nyaman dan tabir surya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement