Sabtu 29 Jul 2023 21:31 WIB

BI Sebut UMKM dan Pariwisata Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Domestik

UMKM didorong agar bisa terus naik kelas.

Rep: Febrian Fachri / Red: Lida Puspaningtyas
Siluet National Chairman Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma  (kiri) bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung (tengah) dan Deputi bidang UKM pada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Hanung Harimba Rachman (kanan)  saat membuka gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST+) 2023 di The Westin Jakarta, Selasa (7/3/2023). Peragaan busana Muslim tersebut kembali digelar di Jakarta dengan tema Unlock Global Opportunities with MUFFEST+ dengan menyajikan karya dari jenama lokal, 200 desainer lokal, serta 8 desainer dari negara tetangga seperti Singapura, Laos, Kamboja, Brunei dan Thailand atas dukungan ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Siluet National Chairman Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma (kiri) bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung (tengah) dan Deputi bidang UKM pada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Hanung Harimba Rachman (kanan) saat membuka gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST+) 2023 di The Westin Jakarta, Selasa (7/3/2023). Peragaan busana Muslim tersebut kembali digelar di Jakarta dengan tema Unlock Global Opportunities with MUFFEST+ dengan menyajikan karya dari jenama lokal, 200 desainer lokal, serta 8 desainer dari negara tetangga seperti Singapura, Laos, Kamboja, Brunei dan Thailand atas dukungan ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, mengatakan Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui sektor UMKM dan pariwisata, Juda meyakini dua sektor tersebut dapat membuat perekonomian domestik Indonesia dapat bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kita harus memicu masyarakat agar menggunakan produk dalam negeri sekaligus mendorong sektor pariwisata lokal," kata Juda saat pembukaan Harvesting Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Riau di Pekanbaru, Sabtu (29/7/2023).

Juda menjelaskan dalam rangka mendorong sektor UMKM dan pariwisata, terdapat tiga hal yang harus diperkuat. Pertama, melanjutkan afirmasi memperkuat produk dalam negeri dan sektor pariwisata.

Salah satu bentuk nyatanya adalah, melalui dukungan dan pelaksanaan Gernas BBI-BBWI Riau, dengan mensinergikan berbagai aktivasi pengembangan UMKM seperti pelatihan untuk pelaku UMKM.

 

Kedua kata Juda, pentingnya perluasan akses pasar melalui promosi, perdagangan, dan business matching.

"Melalui kerja sama dengan negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia, salah satu hasilnya penjualan dan kesepakatan bisnis mencapai 5 milyar bersama produk unggulan UMKM Riau, maka kita harus bahu membahu meningkatkan produk UMKM dan memperluas pasarnya," ucap Juda.

Ketiga adalah mendorong UMKM agar bisa naik kelas. Baik melalui penguatan kelembagaan dan perluasan kemitraan. Lalu, katanya, Peningkatan kapasitas melalui bantuan teknis dan pelatihan. Serta,  peningkatan akses pembiayaan yang didukung program digitalisasi.

"Kami mengajak seluruh masyarakat mencintai, membeli, dan menggunakan produk karya anak bangsa. Dengan demikian, menjadikan industri kreatif dapat berkembang dengan pesat," kata Juda menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement