Jumat 21 Jul 2023 20:17 WIB

Rencana Perjanjian Pertamina-Shell Soal Blok Masela, Ini Tanggapan Erick Thohir

Erick Thohir tidak menampik kabar penandatanganan SPA blok masela.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nora Azizah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Foto: Pertamina
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan rencana PT Pertamina mengambil hak partisipasi Shell di Blok Masela merupakan bagian dari aksi korporasi Pertamina di hulu untuk pengembangan usaha. Erick tak menampik kabar penandatanganan sales purchase agreement (SPA) atau perjanjian jual beli terkait hak partisipasi Blok Masela pada pekan depan.

"Mudah-mudahan, kita tunggu," ujar Erick di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Baca Juga

Erick menjelaskan impor minyak mentah masih akan terus terjadi, meski adanya kendaraan listrik maupun biofuel. Pasalnya, lanjut Erick, pasokan minyak mentah masih tetap akan diperlukan bagi sektor petrokimia guna menopang berbagai macam industri, mulai dari farmasi hingga kosmetik.

"Aksi korporasi untuk hulu yang dikembangkan itu sumur-sumur baru atau sumur tua yang harus dieksplorasi lagi, salah satunya pengembangan usaha yang termasuk investasi di Masela," ucap Erick.

 

Erick mengatakan Kementerian BUMN berupaya mengoptimalkan sejumlah aset. Erick menilai optimalisasi merupakan komitmen BUMN dalam pembangunan yang berkelanjutan. Erick sendiri mengaku telah mendapatkan informasi mengenai laporan harga dari Pertamina untuk mengambil hak partisipasi dari Shell di Blok Masela.

"Kita coba konsolidasi aset-aset bagus, kita tunggu kalau terjadi itu baguan dari aksi korporasi yang memang kita harapkan ada keberlanjutan di Pertamina hulu. (Soal harga) sudah (dapat laporan), tetapi jangan dibuka dulu, nantinya takutnya salah," kata Erick.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement