Rabu 19 Jul 2023 02:50 WIB

Kemenperin RI Bangun Gedung Operasional Sentra Lada di Bangka

Fasilitas ini guna tingkatkan kualitas lada hasil petani agar mampu bersaing di pasar

Pekerja memilih biji lada Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (31/1/2020) (ilustrasi).
Foto: Antara/Anindira Kintara
Pekerja memilih biji lada Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (31/1/2020) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT -- Kementerian Perindustrian RI membangun gedung operasional sentra lada (Setara) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna membantu petani lada di daerah itu meningkatkan kualitas lada.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita di Sungailiat, Selasa (18/7/2023), saat meresmikan gedung operasional sentra lada mengatakan, gedung operasional sentral lada dibangun meningkatkan kualitas lada hasil petani supaya mampu bersaing di pasar.

Baca Juga

"Kita menekankan pada proses produksi, supaya lada di Bangka ini dikelola menjadi lebih higienis, memenuhi standar yang ada, kemudian meningkatkan daya saing sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," jelas Reni.

Dikatakan keberadaan gedung operasional sentral lada di Kabupaten Bangka, sebagai wadah pelaku industri kecil dan menengah lada untuk memanfaatkan peralatan moderen yang ada sehingga olahan yang diproduksi memenuhi standar. "Dengan tersedianya sarana gedung operasional yang dilengkapi dengan peralatan moderen, IKM lada menjadi lebih baik pengelolaan lada mulai dari perendaman sampai penjemuran yang lebih baik," kata dia.

Gedung operasional sentra lada dibangun di kawasan Industri Jelitik Sungailiat dengan biaya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 13 miliar.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan, pihaknya akan mendorong petani lada untuk lebih giat menanam komoditi jenis ini yang saat sekarang mulai menurun. "Kami akan berupaya menggeliatkan kembali kejayaan lada yang pernah menjadi komoditi unggulan," jelas Mulkan.

Menurutnya, rendahnya minat petani menanam lada dan beralih ke jenis komoditi yang dianggap menjanjikan karena dipengaruhi oleh bermacam faktor. Rendahnya minat dipengaruhi oleh harga jual hasil panen lada yang tidak stabil bahkan cenderung menurun, mahalnya harga pupuk, serta ancaman hama kuning yang sering menyerang tanaman lada.

Berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka tahun 2022, luas tanaman lada mencapai 3.554,48 hektare dengan total produksi sebanyak 2.896,87 ton.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement