Jumat 13 Jan 2023 20:49 WIB

Program Desa Devisa LPEI Buka Peluang Ekspor Lada Sambas

Lada Sambas memiliki karakteristik cita rasa dan aroma khas.

Petani memperlihatka biji lada (ilustrasi). Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) hadirkan Program Desa Devisa yang menyasar petani di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dalam rangka membuka peluang ekspor lada Sambas.
Foto: Antara/Akbar Tado
Petani memperlihatka biji lada (ilustrasi). Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) hadirkan Program Desa Devisa yang menyasar petani di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dalam rangka membuka peluang ekspor lada Sambas.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) hadirkan Program Desa Devisa yang menyasar petani di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dalam rangka membuka peluang ekspor lada Sambas. Juga meningkatkan kualitas dan kuantitas serta daya saing komoditas yang sesuai dengan standar ekspor.

"Kolaborasi LPEI dengan institusi lain diharapkan dapat memperkuat program pendampingan yang akan diberikan kepada para petani lada Sambas sehingga dapat mempercepat tercapainya mandat kami untuk memperkuat ekspor nasional," ujar Perwakilan LPEI, Fahmi Lubis di Pontianak, Jumat (13/1/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan, Program Desa Devisa merupakan proyek kolaborasi LPEI bersama BNI dan Rumah BUMN Wilayah Kalbar. Dalam desa devisa klaster lada Sambas, mereka mendampingi sebanyak 629 petani lada yang memiliki lahan produktif seluas 213 hektare dan kapasitas produksi 200 ton biji kering per tahunnya.

"Lada Sambas sendiri memiliki keunikan berupa karakteristik cita rasa dan aroma khas. Keunggulan ini menjadi modal bagi lada Sambas untuk merambah pasar ekspor, ditambah dengan pendampingan dan pelatihan yang diberikan kepada petani dan koperasi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sehingga mampu memproduksi lada yang lebih berkualitas dari yang lain," kata Fahmi menjelaskan.

 

Ia menambahkan, melalui Koperasi Srikandi Jaya Sambas lada Sambas saat ini telah di pasarkan dalam bentuk olahan lada bubuk dengan merk Batu Layar dan telah menembus pasar Malaysia.

Dalam program ini ada pelatihan diberikan kepada petani dan koperasinya yang akan dilakukan secara berkesinambungan hingga produk lada Sambas menembus pasar internasional. "Ke depannya, LPEI juga akan terus bersinergi membangun desa-desa melalui Program Desa Devisa untuk mendorong partisipasi masyarakat desa dalam rantai ekspor global," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sendoyan yang juga merupakan Ketua Koperasi Srikandi Jaya Sambas, Juliansyah, menyambut baik Program Desa Devisa. Karena program ini menjadi jawaban untuk meningkatkan produksi dan produktivitas serta kualitas lada di daerahnya.

"Program tersebut mulai budi daya dan peluang ekspor dihadirkan. Tentu ini sangat membantu kami. Apalagi saat ini kami telah memiliki Sentra IKM Lada yang merupakan implementasi Inperes Tahun 2021. Kami akan memaksimalkan program ini untuk kemajuan petani dan desa," kata Juliansyah.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement