Jumat 14 Jul 2023 12:11 WIB

Erick Thohir Ajak Santri Perkuat Industri Halal Indonesia

Penguatan Industri Halal Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum yang tepat.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengajak kalangan pondok pesantren termasuk para santri untuk memperkuat Industri Halal Indonesia.
Foto: Prayogi/Republika
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengajak kalangan pondok pesantren termasuk para santri untuk memperkuat Industri Halal Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengajak kalangan pondok pesantren, termasuk para santri untuk memperkuat industri halal Indonesia. Penguatan industri halal Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum yang paling tepat. 

Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Momentum itu, ujar Erick, segera hilang, karena pada 2045, posisi Indonesia akan digeser Pakistan sebagai negara dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia. Kemudian, pada 2050, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia akan berpindah ke Nigeria. 

Baca Juga

"Jadi, ini momentum saat ini. Kalau bicara industri halal, Indonesia tidak masuk 10 besar dunia. Karena kita bangsa yang konsumtif, bukan produktif. Lihat saja contohnya umroh dan haji, ada aksesori dari Thailand atau peci dari China. Jadi, ada yang salah, harus kita perbaiki bersama-sama," kata Erick saat berkunjung ke Pesantren Aulia Cendekia, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (14/07/2023). 

Erick mengingatkan bahwa penguatan industri halal merupakan salah satu solusi bagi Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja baru. Industri Halal yang kuat bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Artinya, kalau nyari kerja harus ada ekonomi, industri, dan pemberi kerja. Yang sekarang, yang masih tertinggal adalah industri halal," kata Erick. Kepada para santri Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Erick mengajak untuk tidak mengeluh atas ketertinggalan umat Muslim Indonesia mengangkat industri halal saat ini. Para santri, kata Erick, sebaiknya memiliki komitmen untuk terus berkembang dan menolak hanya menjadi penonton sehingga bisa mengambil alih produksi.

"Jangan mengeluh, kalian adalah masa depan bangsa. Dengan kerendahan hati, kami semakin tua, regenerasi harus terjadi. Apa pun cita-citanya teruskan, dan buktikan," katanya. 

Untuk membantu para santri mempersiapkan diri berkarier di tengah masyarakat, Erick mengabarkan adanya program khusus bagi para santri yang ingin magang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Programnya adalah BUMN Santri Magang. 

"Ada program santri magang. Jadi, adik-adik yang ingin magang di BUMN, kita beri kesempatan, agar bisa adaptasi di kehidupan masyarakat," ujar Erick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement