Selasa 06 Jun 2023 15:07 WIB

Luhut Ungkap Indonesia Sudah Teken Kerja Sama Strategis dengan Singapura, Ekspor Pasir?

Luhut sampaikan komitmen Indonesia terkait Net-Zero Emission dalam Ecosperity Week.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan mengungkap Indonesia sudah teken kerja sama strategis dengan Singapura. Ia menyampaikannya saat menghadiri Ecosperity Week 2023 pada 6-8 Juni 2023 dengan tema "Breakthroughs for Net Zero".

“Konferensi ini merupakan konferensi yang bermanfaat dan memberikan banyak pandangan terhadap komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission. Indonesia juga telah bekerja sama dengan Singapura dalam suatu proyek strategis yang menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Menko Luhut dalam diskusi panel pada Selasa (6/6/2023).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemimpin global, investor, dan masyarakat dari berbagai industri untuk membahas kebijakan, teknologi, dan berbagai dukungan lainnya untuk mencapai komitmen net zero emission. Dalam panel yang bertajuk “Pursing a Prosperous, Low-Carbon Future” atau “Masa Depan yang Rendah Karbon dan Sejahtera”, Menko Luhut berdiskusi bersama Menteri Lingkungan dan Keberlanjutan Singapura Grace Fu, Ketua dari PBB tentang Komitmen Net-Zero Entitas Non-Negara, serta mantan menteri lingkungan hidup dan perubahan iklim Kanada Catherin McKenna.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam cara yang berkelanjutan, Indonesia memiliki empat agenda. Pertama, untuk melanjutkan industri hilir untuk pertumbuhan ekonomi. Ketahanan ekonomi yang kuat saat ini disebabkan oleh adanya pergeseran industri hilir dari besi baja ke baterai listrik.

Kedua adalah melakukan digitalisasi untuk pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif. Ekonomi digital Indonesia telah bertumbuh mencapai 77 juta dolar AS pada 2022 didukung oleh pertumbuhan 13 lokal unicorn startups.

Pemerintah juga telah melakukan digitalisasi melalui pembuatan aplikasi kesehatan seperti SatuSehat (sebelumnya PeduliLindungi), pelatihan digital dan wadah peningkatkan kemampuan melalui Kartu Prakerja, serta wadah pembelajaran digital melalui Merdeka Mengajar, Kampus Merdeka, dan berbagai wadah lainnya.

Ketiga adalah dekarbonisasi untuk mempercepat net-zero dan mencari peluang ekonomi hijau. Profil emisi Indonesia saat ini didominasi oleh sektor tenaga listrik dan transportasi.

“Indonesia telah memformulasi berbagai rencana untuk melakukan dekarbonisasi sesuai dengan profil emisinya, yaitu dengan berkomitmen dalam penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), mengurangi ketergantungan batubara dengan membangun energi terbarukan dan transmisi,” kata Luhut.

“Terakhir adalah menyeimbangkan ketimpangan sosial-ekonomi secara adil di Indonesia. Untuk mencapai komitmen ini, Indonesia tidak bisa bergerak sendirian. Indonesia membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai negara untuk sama-sama memperbaiki masa depan generasi yang mendatang,” ur Menko Luhut.

Salah satu hasil dari G20 adalah komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission melalui kerja sama Just Energy Transition Partnership (JETP). Saat ini telah dibangun sekretariat JETP yang berada di Jakarta untuk mempercepat kerja dan melebarkan kerja sama dengan berbagai negara.

“Selain itu Indonesia juga telah berhasil mengurangi deforestasi dan sampah plastik di laut. Kedua hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Indikator saat ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara berpendapatan tinggi. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi ekonomi yang penting bagi dunia.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai target dalam isu lingkungan dan dan Indonesia saat ini sudah sangat siap untuk berbagai upaya yang akan dilakukan ke depan. Indonesia juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara untuk keberlanjutan masa depan kita mendatang,” kata Menko Luhut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement