Rabu 10 May 2023 10:07 WIB

Sarinah Tampilkan 30 Produk Lokal dalam Spouse Program KTT ASEAN

Produk yang dipamerkan Sarinah bisa dibeli langsung dan digunakan.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati. PT Sarinah menampilkan 30 produk lokal asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Spouse Program yang berlangsung Rabu (10/5/2023), di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ini yang menjadi bagian dari kegiatan bagi pendamping kepala negara ASEAN.
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati. PT Sarinah menampilkan 30 produk lokal asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Spouse Program yang berlangsung Rabu (10/5/2023), di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ini yang menjadi bagian dari kegiatan bagi pendamping kepala negara ASEAN.

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- PT Sarinah menampilkan 30 produk lokal asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Spouse Program yang berlangsung Rabu (10/5/2023), di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ini yang menjadi bagian dari kegiatan bagi pendamping kepala negara ASEAN.

"Ada beberapa produk makanan dan minuman seperti teh, kopi, kain tenun, fesyen, aksesori, juga aksesori untuk home decor," kata Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang ritel dan perdagangan ini telah melakukan kurasi pada lebih dari 100 produk UMKM. Sarinah mendapatkan peran melakukan kurasi dan display produk UMKM terutama dari NTT untuk Spouse Program.

Fetty mengatakan produk yang dikurasi untuk Spouse Program memiliki beberapa kriteria, yakni menggunakan bahan ramah lingkungan, lalu dipadukan dengan desain menarik. "Itu jadi satu produk yang sangat cantik dan bisa dibeli langsung dan digunakan sehari hari," katanya.

 

Kurasi produk itu sendiri tidak hanya dilakukan oleh Sarinah. Fetty berkata beberapa produk UMKM yang sudah dikurasi oleh Sarinah akan dipadukan dengan kain tenun dan juga produk yang dikurasi oleh Dekranasda Provinsi NTT.

Fetty mengatakan PT Sarinah memiliki ruh menjadi panggung karya Indonesia untuk mengangkat mendukung produk dari seluruh Indonesia, termasuk NTT. Di Sarinah Thamrin, contohnya, ada zona-zona khusus untuk masing-masing daerah di Indonesia mempromosikan produknya.

Dia pun menilai KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo ini dapat menjadi momentum baik untuk mengangkat produk NTT untuk lebih dikembangkan. Fetty juga menambahkan, produk NTT khususnya kain tenun tidak kalah bersaing dengan produk wastra lain seperti batik. Bahkan dengan teknologi saat ini, katanya, banyak produk tenun yang telah digunakan oleh para desainer menjadi suatu karya yang luar biasa.

"Tenun tidak kalah bersaing dengan produk wastra lainnya," ungkapnya.

Selain melakukan display di Puncak Waringin, kata Fetty lagi, Sarinah juga melakukan dekor produk untuk ditampilkan pada area Bandara Komodo Labuan Bajo. Beberapa produk yang tidak habis terjual di Labuan Bajo akan dibawa kembali ke Jakarta untuk dipromosikan dan dijual di sana.

Spouse Program di Puncak Waringin diadakan bagi para pendamping kepala negara ASEAN yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.

 

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement