Kamis 13 Apr 2023 14:22 WIB

Petani Asal Gresik Ungkap Manfaat Menggunakan Pupuk Organik

Selain produktivitas meningkat, Ini mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda
Petani di Jawa Timur mengaku terbantu dengan sejumlah program yang digilirkan Kementerian Pertanian. (ilustrasi).
Foto: Dok. Kementan
Petani di Jawa Timur mengaku terbantu dengan sejumlah program yang digilirkan Kementerian Pertanian. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Petani di Jawa Timur mengaku terbantu dengan sejumlah program yang digilirkan Kementerian Pertanian. Di antaranya Muflihatun, petani asal Desa Lebak, Kabupaten Gresik, yang mengaku terbantu dengan adanya program bantuan Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO). Dimana dengan program tersebut, Muflihatun bisa memproduksi pupuk organik sendiri.

"Saya sebelumnya biasanya pakai pupuk kimia, karena simpel. Tapi efeknya pada tanah jadi rusak. Saya kemudian coba pakai pupuk organik, hasil panennya bagus dan efek pada tanah juga bagus," kata Muflihatun di Surabaya, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga

Ibu dua anak tersebut mengatakan, banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika beralih menggunakan pupuk subsidi. Selain produktivitas yang meningkat, juga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi. Apalagi terkadang pupuk bersubsidi tersebut sulit di pasaran.

"Mungkin petani yang belum pernah pakai pupuk organik bakal pikir-pikir, tapi kalau sudah mencobanya pasti pakai organik terus. Jadi petani tidak lagi bergantung menunggu pupuk subsidi dari pemerintah," ujarnya.

Muflihatun menjelaskan, membuat pupuk organik juga cukup mudah dan biayanya ekonomis. Bahan bakunya juga mudah didapat. Misalnya dari kotoran sapi. Caranya, kotoran sapi dicampur dengan arang sekam, jerami, dedaunan, air secukupnya dan lima sendok makan gula pasir dan EM4.

Sementara itu, Heru Rusiyanto, anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Surangganti di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi mengaku sangat terbantu dengan program Kementan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Bantuan tersebut sangat memudahkan dalam proses pengolahan lahan, panen, hinggga pascapanen.

Heru mengaku, produktivitas hasil panen padinya juga meningkat setelah digulirkannya program tersebut. Ia mencontohkan hasil panen pada luasan lahan 6.000 meter persegi miliknya. Sebelumnya hanya menghasilkan 3,3 sampai 3,6 ton padi untuk satu kali panen.

"Tapi sejak pakai Alsintan bisa dapat lima sampai enam ton sekali panen. Proses tanam juga lebih cepat, lebih maksimal, dibanding manual," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement