Kamis 13 Apr 2023 10:31 WIB

GM Pertamina Dumai Dinonaktifkan Demi Kelancaran Penyelidikan Ledakan

Sejauh ini sejumlah pekerja dan petinggi sudah memenuhi panggilan kepolisian.

Saluran pipa Pertamina (ilustrasi). Direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Pusat menonaktifkan General Manager KPI RefiningUnit (RU) II Dumai Didik Subagyo dari jabatannya demi kepentingan penyelidikan terkait ledakan kilang minyak yang terjadi pada Sabtu (1/4/2023) lalu.
Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Saluran pipa Pertamina (ilustrasi). Direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Pusat menonaktifkan General Manager KPI RefiningUnit (RU) II Dumai Didik Subagyo dari jabatannya demi kepentingan penyelidikan terkait ledakan kilang minyak yang terjadi pada Sabtu (1/4/2023) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI -- Direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Pusat menonaktifkan General Manager KPI RefiningUnit (RU) II Dumai Didik Subagyo dari jabatannya demi kepentingan penyelidikan terkait ledakan kilang minyak yang terjadi pada Sabtu (1/4/2023) lalu.

Direksi PT KPI menunjuk Permono Avianto menjadi Pelaksana Tugas (Plt)General Manager KPI RU II Dumai, Riau.

Baca Juga

Juru Bicara PT KPI Dumai Agustiawan mengatakan, pergantian sementara pejabat itu diputuskan Direksi KPI agar Didik bisa fokus mengikuti proses pemeriksaan di kepolisian dan dinas ketenagakerjaan. "Agar kami bisa kooperatif dan mendukung penuh proses penyelidikan atas kejadian ledakan beberapa waktu lalu, sehingga direksi mengangkat sementara pelaksana tugas GM; dan kepada Pak Didik lebih fokus apabila dimintai keterangan oleh pihak pihak yang melaksanakan penyelidikan," kata Agustiawan di Dumai, Riau, baru-baru ini.

Guna mendukung kepentingan pemeriksaan, lanjutnya, sejauh ini sejumlah pekerja dan petinggi sudah memenuhi panggilan kepolisian dan dinas ketenagakerjaan setempat serta pihak berwenang lain. Agustiawan menambahkan terkait kerusakan akibat ledakan di area kilang hanya rusak ringan serta sejumlah dinding dan kaca bangunan di dalam area kilang mengalami pecah dan retak.

Dia mengklaim tidak ada kerusakan pada alat kompresor dalam area kilang karena ledakan dan dentuman saat itu berasal dari kebocoran pada pipa berisi gas. "Dampak dari ledakan ini, di dalam areal kilang hanya kerusakan ringan karena hanya rusak pada pipa dan ada dinding dan kaca bangunan yang pecah dan retak. Alat kompresor semua dalam kondisi baik," ujarnya.

Ledakan keras terjadi dari dalam kilang minyak Pertamina Dumai pada Sabtu malam (1/4/2023) sekitar pukul 22.40 WIB dan menyebabkan kebakaran. Akibatnya, sedikitnya 500 rumah warga terdekat mengalami rusak ringan dengan kaca pecah dan sebagian plafon roboh, termasuk fasilitas rumah ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sejauh ini dipastikan tidak ada korban meninggal dunia, namun akibat ledakan pada unit hydro cracker menyebabkan sembilan pekerja mengalami luka-luka.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement